Brilio.net - Menyediakan stok air di rumah bisa menjadi bagian dari persiapan saat pasokan air terganggu akibat banjir, gempa, kerusakan jaringan pipa, atau kondisi darurat lainnya. Namun, air tidak cukup hanya disimpan dalam jumlah banyak. Wadah, kebersihan, lokasi penyimpanan, hingga cara mengecek kondisinya perlu diperhatikan supaya persediaan tetap layak digunakan.

Panduan penyimpanan air dari Utah State University (USU) Extension, layanan penyuluhan dari Utah State University, dan Highline Water District, lembaga penyedia layanan air di Washington, Amerika Serikat, sama-sama menekankan pentingnya jumlah air, wadah yang tepat, serta kondisi tempat penyimpanan. Sementara itu, DSB (Direktorat Perlindungan Sipil dan Perencanaan Darurat Norwegia) juga memberikan panduan kesiapsiagaan air untuk kondisi darurat. Dilansir dari Liputan6.com, Selasa (1/9/2026), berikut cara menyimpan persediaan air yang dirangkum dari sejumlah panduan tersebut.

Berapa banyak air yang perlu disimpan?

Jumlah air yang perlu disiapkan bisa disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga dan lama waktu yang ingin dipersiapkan. USU Extension menyebut kebutuhan minimum untuk bertahan hidup sekitar 1 liter per orang per hari.

Untuk kebutuhan minum dan memasak, jumlah yang lebih realistis sekitar 3,7 liter atau 1 galon per orang per hari. Tambahkan sekitar 0,5–1 galon per orang per hari untuk kebutuhan kebersihan diri dan mencuci peralatan.

Highline Water District menyarankan sedikitnya 1 galon air per orang per hari untuk minimal 3 hari. Jika ruang penyimpanan memungkinkan, persediaan bisa dipersiapkan sampai sekitar 2 minggu.

Sementara itu, DSB Norwegia memberikan patokan berbeda, yakni sekitar 20 liter air per orang untuk kebutuhan selama 1 minggu.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air bisa disesuaikan dengan kondisi dan tujuan penyimpanan. Semakin banyak anggota keluarga dan semakin lama persediaan ingin disiapkan, semakin besar pula kapasitas yang dibutuhkan.

Pilih wadah yang aman untuk air minum

Wadah menjadi salah satu bagian penting dalam penyimpanan air. USU Extension menyarankan penggunaan wadah food grade, yaitu wadah yang memang dibuat untuk menyimpan makanan atau minuman.

Jangan menggunakan wadah bekas bahan kimia, pestisida, atau zat beracun untuk menyimpan air minum. Meskipun sudah dicuci, wadah tersebut tidak dirancang untuk menyimpan air konsumsi.

Beberapa material yang dapat digunakan meliputi:

- Kaca
- Plastik food grade
- Stainless steel
- Fiberglass
- Plastik atau logam berlapis enamel

Kaca relatif tidak mudah ditembus uap atau gas, tetapi mudah pecah. Plastik food grade lebih ringan dan praktis, sedangkan stainless steel dapat menjadi pilihan untuk wadah berbahan logam.

Galon air minum yang memang dirancang untuk menyimpan air juga bisa digunakan selama kondisinya masih layak dan bersih.

Bersihkan wadah sebelum diisi

Wadah yang digunakan kembali perlu dicuci dan disanitasi terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kontaminasi dari bagian dalam wadah maupun tutupnya.

USU Extension memberikan panduan sanitasi menggunakan larutan pemutih klorin dengan takaran tertentu. Sementara itu, DSB Norwegia memiliki panduan dengan takaran berbeda, sehingga kedua takaran tersebut sebaiknya tidak dicampur atau disamaratakan.

Langkah sanitasi menurut USU Extension:

1. Cuci wadah menggunakan air sabun hangat.
2. Bilas sampai tidak ada sisa sabun.
3. Campurkan 1 sendok makan pemutih klorin dengan 1 galon air.
4. Masukkan larutan tersebut ke dalam wadah.
5. Kocok agar bagian dalam wadah dan tutup terkena larutan.
6. Diamkan sekitar 1 menit.
7. Buang larutan sanitasi.
8. Biarkan wadah mengering dengan cara diangin-anginkan.

DSB Norwegia memberikan panduan berbeda, yakni menggunakan 2 tutup botol pemutih rumah tangga untuk setiap 10 liter air pembilas. Larutan tersebut didiamkan sekitar 30 menit, kemudian wadah dibilas sampai bersih.

Setelah wadah selesai disanitasi, DSB menyarankan pengisian menggunakan air keran dingin. Air panas atau hangat sebaiknya tidak digunakan karena suhu tinggi dapat meningkatkan pelarutan logam dari pipa ke dalam air.

Air yang disimpan lama perlu dipersiapkan dengan tepat

Untuk penyimpanan jangka panjang, kualitas air sejak awal perlu diperhatikan. USU Extension mencantumkan dua metode perlakuan air, yakni menggunakan panas dan klorin.

Pada metode pemanasan, air dimasukkan ke dalam toples kaca tahan panas atau canning jar. Sisakan ruang kosong sekitar 2,5 sentimeter di bagian atas, lalu rebus menggunakan bak air mendidih selama sekitar 20 menit setelah air benar-benar mencapai titik didih.

Pilihan lainnya adalah menggunakan klorin. USU Extension merekomendasikan sekitar 1/8 sendok teh atau 8 tetes pemutih klorin berkadar 4–6 persen sodium hipoklorit untuk setiap 1 galon air.

Takaran tersebut tidak sebaiknya diperkirakan sembarangan karena konsentrasi produk pemutih bisa berbeda. Periksa kandungan bahan aktif pada produk yang digunakan sebelum mengikuti panduan tersebut.

Simpan galon di tempat sejuk dan terlindung

Setelah air berada dalam wadah yang sesuai, lokasi penyimpanan juga perlu diperhatikan. USU Extension merekomendasikan tempat yang:

- Bersih
- Kering
- Sejuk
- Tidak terkena sinar matahari langsung
- Tidak diletakkan langsung di lantai

Wadah plastik juga sebaiknya dijauhkan dari bensin, minyak tanah, pestisida, dan bahan kimia lainnya. Menurut USU Extension, plastik memiliki sifat semi-permeabel sehingga uap dari bahan kimia tertentu berpotensi memengaruhi air yang disimpan.

DSB juga mengingatkan bahwa sinar matahari dan suhu tinggi dapat mempercepat kerusakan wadah plastik serta meningkatkan risiko pertumbuhan alga.

Suhu yang terlalu rendah juga perlu dihindari. Ketika air membeku, volumenya dapat memuai sehingga wadah berisiko rusak atau pecah.

Periksa stok air secara berkala

Air yang sudah disimpan tetap perlu diperiksa, meskipun wadahnya tertutup rapat. Highline Water District menyarankan rotasi persediaan setiap 6 bulan, sedangkan USU Extension menyarankan pemeriksaan setiap 6–12 bulan.

Bagian yang perlu diperhatikan antara lain:

- Kondisi tutup
- Retakan pada wadah
- Kebocoran
- Kejernihan air
- Perubahan bau
- Perubahan kondisi air

Jika air berubah menjadi keruh, berbau tidak biasa, atau wadah mengalami kerusakan, sebaiknya jangan digunakan untuk minum. Ganti air tersebut dan bersihkan serta sanitasi kembali wadah sebelum digunakan.

DSB menyarankan penggantian air setiap tahun untuk membantu mempertahankan kualitas rasa. Namun, lama penyimpanan saja tidak cukup untuk menentukan keamanan air karena kualitas awal air, kebersihan wadah, dan kondisi penyimpanan juga ikut berpengaruh.

Bagan alur menyimpan air untuk persediaan rumah

💧
Tentukan kebutuhan air
Pilih wadah food grade
Cuci dan sanitasi wadah
Isi dengan air yang sesuai
Tutup rapat
📦
Simpan di tempat sejuk,
kering, dan terlindung cahaya
Periksa secara berkala
Ada perubahan pada air atau wadah?
TIDAK Lanjut simpan
⚠️
YA Ganti air dan sanitasi wadah

 

Kalau stok air habis, apa sumber air darurat yang bisa digunakan?

Dalam kondisi pasokan air terputus, USU Extension dan Highline Water District menyebut beberapa sumber yang masih bisa dipertimbangkan, seperti air yang berada di dalam pipa rumah, air dari tangki pemanas, dan es batu.

Jika mengambil air dari tangki pemanas, sumber panas atau listriknya perlu dimatikan terlebih dahulu.

Air dari tangki toilet, bukan dari mangkuk kloset, dapat menjadi pilihan terakhir. Namun, sumber ini perlu dipertimbangkan karena airnya bisa mengandung bahan kimia pembersih.

Sementara itu, air dari sungai atau danau yang belum tentu aman diminum perlu diolah terlebih dahulu. Jika terlihat keruh, saring menggunakan kain bersih, kemudian rebus sampai mendidih setidaknya 1 menit sebelum digunakan.

Perlakuan menggunakan klorin juga bisa menjadi pilihan jika dilakukan dengan takaran yang tepat, kemudian air didiamkan sekitar 30 menit sebelum digunakan.

FAQ

Apakah galon plastik bekas minuman boleh dipakai menyimpan air?

Bisa selama wadah tersebut memang dirancang untuk makanan atau minuman dan kondisinya masih baik. Wadah yang pernah digunakan untuk bahan kimia tidak boleh dialihkan untuk menyimpan air minum.

Apakah air simpanan harus selalu diganti setiap enam bulan?

Enam bulan merupakan salah satu rekomendasi rotasi dari Highline Water District, sementara USU Extension menyarankan pemeriksaan setiap 6–12 bulan. Jadi, jadwal penggantian dapat mengikuti panduan yang digunakan dengan tetap memeriksa kondisi air dan wadah.

Bolehkah galon air diletakkan di dekat bensin?

Sebaiknya tidak, terutama jika menggunakan wadah plastik. Uap dari bahan kimia tertentu berpotensi memengaruhi kualitas air yang disimpan.

Apa tanda wadah air sudah tidak layak digunakan?

Perhatikan retakan, kebocoran, kerusakan tutup, atau perubahan kondisi wadah. Jika wadah rusak dan tidak lagi mampu menjaga air tetap tertutup dengan baik, sebaiknya gunakan wadah lain yang masih layak.

Apakah air yang disimpan bertahun-tahun otomatis tidak aman diminum?

Tidak bisa ditentukan hanya dari usia penyimpanan. Kualitas air sejak awal, kebersihan wadah, penutup, dan kondisi tempat penyimpanan ikut menentukan apakah air masih layak digunakan.

Dengan pola ini, nama USU Extension, Highline Water District, dan DSB masuk tepat ketika informasi dari masing-masing lembaga digunakan, jadi tidak terasa seperti paragraf “daftar sumber” yang ditempel di awal.