Brilio.net - Rebung atau tunas bambu muda merupakan bahan makanan yang sangat fleksibel untuk diolah menjadi gulai, lodeh, hingga isian lumpia yang menggugah selera. Namun, rebung memiliki aroma khas yang terkadang dianggap kurang sedap atau pesing jika tidak ditangani dengan benar. Biasanya, rebung harus dicuci bersih, dibuang bagian kerasnya, lalu direbus hingga mendidih agar teksturnya empuk saat dimasak nanti.

Setelah direbus, rebung sebaiknya didiamkan di dalam air rebusan hingga dingin, lalu dicuci kembali agar benar-benar bersih sebelum diolah atau disimpan. Menariknya, bagi yang ingin menyetok rebung dalam waktu lama, ada trik khusus agar tetap awet hingga berbulan-bulan tanpa harus menggunakan kulkas.

Metode penyimpanan ini hanya mengandalkan suhu ruang dan satu bumbu dapur saja, yaitu garam. Melansir dari kanal YouTube Endang Mengge, berikut adalah langkah-langkah praktisnya:

1. Pembersihan Tanpa Air

foto: YouTube/Endang Mengge

Kupas kulit luar rebung segar sampai bersih dan buang bagian yang keras atau berwarna cokelat. Pastikan rebung, tangan, pisau, hingga talenan dalam kondisi kering dan tidak terkena air sama sekali.

2. Pemilahan Bagian

foto: YouTube/Endang Mengge

Pisahkan bagian ujung yang paling muda karena bagian ini tidak cocok untuk disimpan dalam waktu lama. Potong-potong sisa rebung sesuai selera agar lebih mudah ditata.

3. Proses Penggaraman

foto: YouTube/Endang Mengge

Masukkan potongan rebung ke dalam baskom, lalu taburkan garam (baik kasar maupun halus) secara merata. Aduk menggunakan tangan agar garam melapisi seluruh permukaan rebung.

4. Penyimpanan dalam Wadah

foto: YouTube/Endang Mengge

Masukkan rebung ke dalam toples yang benar-benar kering, tambahkan sedikit taburan garam lagi di atasnya, lalu tutup toples hingga rapat (kedap udara).

5. Letakkan di Tempat yang Tepat

foto: YouTube/Endang Mengge

Simpan toples berisi rebung tersebut di suhu ruang yang terlindung dari sinar matahari langsung.

Dengan cara ini, kesegaran rebung bisa terjaga lebih lama. Saat ingin mengolahnya, cukup ambil rebung secukupnya, cuci bersih untuk menghilangkan kadar garamnya, rebus sebentar, dan rebung siap dimasak menjadi hidangan favorit.

FAQ Mengolah dan Menyimpan Rebung

1. Mengapa rebung tidak boleh terkena air saat proses penggaraman untuk disimpan?

Air dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur yang menyebabkan rebung cepat membusuk jika disimpan di suhu ruang dalam wadah tertutup.

2. Berapa lama rebung yang disimpan dengan metode garam ini bisa bertahan?

Jika wadah benar-benar kedap udara dan tersimpan di tempat yang sejuk, rebung bisa bertahan selama beberapa bulan tanpa berubah rasanya secara ekstrem.

3. Apakah rasa rebung akan menjadi sangat asin setelah disimpan?

Garam berfungsi sebagai pengawet alami. Untuk mengurangi rasa asinnya, rebung harus dicuci berkali-kali dan direbus kembali dengan air baru sebelum dimasak.

4. Jenis garam apa yang paling baik digunakan untuk mengawetkan rebung?

Baik garam halus maupun garam krosok (garam kasar) bisa digunakan, asalkan merata melapisi seluruh bagian potongan rebung.

5. Dapatkah metode ini digunakan untuk bagian ujung rebung yang paling muda?

Tidak disarankan. Bagian ujung yang sangat muda memiliki kadar air tinggi dan tekstur yang lebih lunak, sehingga lebih baik langsung diolah dan tidak disimpan dengan cara penggaraman kering ini.