Brilio.net - Wajan 20 cm memang praktis karena ukurannya kecil dan tidak membutuhkan banyak tempat di dapur. Namun, begitu dipakai untuk menumis sayur satu piring penuh atau menggoreng banyak bahan sekaligus, ruang geraknya bisa terasa sempit dan bahan lebih sulit diatur.
Jadi, wajan 20 cm cocok buat apa? Ukuran ini lebih pas untuk masakan dengan bahan dan porsi kecil yang tidak membutuhkan area luas untuk disebar atau diaduk. Sebaliknya, beberapa masakan akan lebih nyaman jika dimasak menggunakan wajan dengan permukaan lebih besar.
Ukuran wajan 20 cm sebenarnya berarti apa?
Angka 20 cm pada wajan umumnya merujuk pada ukuran diameternya. Namun, diameter bukan satu-satunya hal yang menentukan seberapa banyak bahan yang bisa dimasak dengan nyaman.
Sebagai gambaran, ukuran frying pan umumnya ditentukan dari diameter bagian dalam wajan, diukur dari satu sisi ke sisi lainnya. Wajan berdiameter sekitar 20 cm cenderung lebih cocok untuk memasak porsi kecil karena area dasarnya terbatas, sementara wajan berukuran lebih besar memberi ruang lebih luas untuk menampung dan mengolah bahan dalam jumlah banyak.
Di dapur, ukuran yang tertera juga perlu dilihat bersama bentuk wajan. Wajan 20 cm dengan dasar relatif lebar bisa memiliki area memasak yang berbeda dari wajan 20 cm dengan dasar lebih sempit dan sisi lebih tinggi.
Karena itu, jangan langsung menganggap semua wajan 20 cm memiliki kapasitas yang sama.
Wajan 20 cm cocok buat masak apa?
Ukuran kecil justru bisa menjadi kelebihan untuk makanan yang porsinya tidak banyak.
1. Telur ceplok
Telur ceplok satu atau dua butir termasuk penggunaan yang paling masuk akal. Permukaannya tidak membutuhkan area terlalu luas sehingga telur bisa diletakkan tanpa memenuhi wajan.
2. Telur dadar kecil
Wajan 20 cm bisa digunakan ketika ingin membuat telur dadar dengan ukuran kecil. Adonan juga relatif mudah dikontrol karena permukaan wajan tidak terlalu lebar.
3. Telur orak-arik
Telur orak-arik dalam jumlah sedikit tidak membutuhkan ruang sebesar tumisan dengan banyak bahan. Spatula juga masih bisa digerakkan dengan leluasa selama isi wajan tidak berlebihan.
4. Menumis bumbu
Bawang, cabai, dan bumbu aromatik dalam jumlah kecil justru cukup praktis dimasak di wajan kecil. Bahan bisa terkumpul di area dasar sehingga lebih mudah diaduk.
5. Membuat saus atau sambal dalam jumlah sedikit
Untuk saus, sambal, atau bumbu yang volumenya kecil, tidak ada keharusan menggunakan wajan besar. Wajan 20 cm bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
6. Memanaskan lauk dalam porsi kecil
Sisa lauk satu porsi atau sedikit tumisan juga bisa dipanaskan menggunakan wajan ini. Tidak perlu memenuhi seluruh wajan jika makanan yang dipanaskan hanya sedikit.
7. Omelet atau pancake kecil
Adonan dalam jumlah terbatas dapat dibuat menggunakan wajan 20 cm, terutama jika memang menginginkan ukuran yang kecil dan bundar.
Kenapa wajan kecil bisa kurang nyaman untuk masakan tertentu?
Masalah utamanya bukan karena wajan 20 cm “tidak bisa” memasak makanan tertentu, tetapi karena ruang yang tersedia terbatas.
University Extension Utah State University, melalui materi edukasi memasaknya, secara khusus mengingatkan agar makanan tidak memenuhi pan secara berlebihan saat ditumis. Alasannya, bahan yang terlalu penuh dapat menghambat proses pencokelatan dan membuat hasil masakan tidak seperti yang diharapkan. Mereka menyarankan memberi ruang di antara bahan agar panas dapat bekerja pada permukaan makanan.
Prinsip ini penting ketika menggunakan wajan 20 cm. Semakin banyak bahan yang masuk, semakin sedikit ruang untuk menyebarkannya dan menggerakkannya dengan spatula.
Ada tiga masalah yang perlu diperhatikan
1. Bahan menumpuk.
Ketika sayuran, nasi, atau mi terlalu banyak, bahan tidak lagi tersebar dengan leluasa di permukaan wajan.
2. Spatula sulit bergerak.
Masakan seperti nasi goreng dan tumisan membutuhkan gerakan mengaduk atau membalik. Wajan yang terlalu penuh membuat pekerjaan ini lebih sulit.
3. Permukaan memasak cepat penuh.
Masakan yang seharusnya tersebar dalam satu lapisan bisa menjadi bertumpuk sehingga proses memasaknya tidak lagi senyaman jika menggunakan wajan yang lebih besar.
Jadi, bukan berarti makanan otomatis gagal ketika dimasak dalam wajan 20 cm. Masalahnya lebih pada kapasitas dan teknik memasak.
Ini jenis masakan yang sebaiknya tidak dipaksakan di wajan 20 cm
| Jenis masakan | Wajan 20 cm | Alasannya |
|---|---|---|
| Telur ceplok 1–2 butir | Cocok | Tidak membutuhkan area luas |
| Telur dadar kecil | Cocok | Adonan mudah dikontrol |
| Orak-arik telur porsi kecil | Cocok | Bahan sedikit dan mudah diaduk |
| Saus atau sambal porsi kecil | Cocok | Volume bahan relatif sedikit |
| Tumis bawang dan bumbu | Cocok | Bahan mudah dikumpulkan di dasar |
| Tumis sayur dalam jumlah banyak | Kurang cocok | Bahan mudah menumpuk |
| Mi goreng dengan banyak isian | Kurang cocok | Ruang mengaduk cepat terbatas |
| Nasi goreng porsi banyak | Kurang cocok | Nasi dan isiannya membutuhkan ruang gerak |
| Menggoreng banyak ayam sekaligus | Tidak ideal | Bahan memenuhi permukaan wajan |
| Masakan berkuah dalam jumlah banyak | Tidak ideal | Kapasitas wajan lebih mudah terlalu penuh |
Kurang cocok bukan berarti tidak boleh sama sekali. Artinya, makanan tersebut lebih berpotensi membuat wajan terlalu penuh sehingga proses mengaduk, membalik, atau menyebarkan bahan menjadi kurang nyaman.
Jangan pakai wajan 20 cm untuk masakan yang butuh banyak ruang gerak
1. Tumis sayuran dalam jumlah banyak
Kangkung, sawi, tauge, capcay, atau campuran beberapa jenis sayuran bisa cepat memenuhi wajan, terutama setelah ditambah bawang, cabai, protein, dan bumbu lainnya.
Untuk tumisan seperti ini, persoalannya bukan semata-mata jenis sayurnya, melainkan jumlah total bahan dibandingkan luas permukaan wajan.
Kalau bahan sudah menumpuk dan sulit dibolak-balik, lebih baik kurangi porsinya atau gunakan wajan yang lebih besar.
2. Nasi goreng dengan banyak isian
Nasi goreng sederhana dalam porsi kecil masih mungkin dibuat di wajan 20 cm. Namun, kondisinya berbeda jika nasi dicampur telur, ayam, bakso, sayuran, sosis, dan berbagai tambahan lain.
Semakin banyak isiannya, semakin banyak ruang yang dibutuhkan untuk mengaduk dan membalik nasi.
3. Mi goreng dengan banyak tambahan
Mi yang sudah direbus memiliki volume cukup besar. Ketika ditambah telur, sayuran, ayam, bakso, atau bahan lainnya, wajan 20 cm bisa cepat penuh.
Kalau spatula mulai sulit masuk ke bagian bawah mi, itu tanda sederhana bahwa ukuran wajan atau jumlah bahan perlu disesuaikan.
4. Menggoreng banyak bahan sekaligus
Menggoreng beberapa potong ayam, ikan, tahu, atau bahan lain dalam jumlah banyak juga kurang ideal jika seluruh permukaan wajan sudah tertutup bahan.
Untuk teknik yang membutuhkan bahan mendapat panas dari permukaan wajan secara merata, ruang kosong di antara bahan tetap penting.
Jangan cuma lihat diameter, cek 3 bagian ini
Ukuran “20 cm” memang penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu dilihat ketika memilih wajan.
1. Luas dasar wajan
Perhatikan bagian yang benar-benar menjadi permukaan memasak. Dua wajan dengan diameter atas sama bisa memiliki bentuk dasar yang berbeda.
Semakin terbatas area dasar, semakin cepat permukaannya penuh ketika digunakan untuk bahan yang banyak.
2. Kedalaman sisi
Wajan dengan sisi tinggi dapat menampung bahan lebih banyak secara vertikal, tetapi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk masakan yang perlu disebar di permukaan.
Jadi, jangan menyamakan “lebih dalam” dengan “pasti lebih cocok untuk semua masakan.”
3. Bentuk dasar
Ada wajan yang sisi luarnya melebar, sementara bagian dasar memasaknya lebih sempit. Inilah alasan mengapa angka diameter saja tidak cukup untuk memperkirakan luas permukaan yang tersedia.
Cara tahu masakan sudah terlalu banyak untuk wajan 20 cm
Tidak perlu menimbang seluruh bahan untuk mengetahuinya. Ada beberapa tanda visual yang bisa langsung diperhatikan saat memasak.
Pertama, bahan tidak bisa menyebar.
Kalau sebagian besar bahan terus bertumpuk di atas bahan lain, permukaan wajan mungkin sudah terlalu penuh.
Kedua, spatula sulit bergerak.
Kalau harus menekan atau menggeser bahan berkali-kali hanya untuk membalik bagian bawah, jumlah bahan bisa jadi terlalu banyak.
Ketiga, bahan hampir memenuhi seluruh tinggi wajan.
Ini terutama perlu diperhatikan pada masakan yang perlu diaduk kuat atau dibolak-balik.
Kalau tiga tanda tersebut muncul, pilihan paling sederhana adalah mengurangi jumlah bahan atau memasaknya secara bertahap.
Bagan alur: masakan ini cocok dimasak di wajan 20 cm atau tidak?
UNTUK MENYEBAR?
20 CM
LEBIH BESAR
DI WAJAN 20 CM?
WAJAN 20 CM
LEBIH BESAR
BERGERAK BEBAS?
MEMASAK
ATAU
GANTI WAJAN
Intinya: jangan hanya bertanya apakah makanan “muat”. Perhatikan apakah bahan masih mempunyai cukup ruang untuk disebar dan diaduk dengan nyaman.
Kalau cuma punya wajan 20 cm, tidak perlu langsung beli baru
Wajan kecil tetap bisa dimanfaatkan untuk banyak kebutuhan dapur. Kuncinya adalah menyesuaikan jumlah bahan dengan luas permukaannya.
Masak secara bertahap
Jika resep menghasilkan terlalu banyak bahan, bagi menjadi dua kali masak. Cara ini lebih masuk akal daripada memaksakan semuanya masuk sekaligus.
Kurangi isian
Saat membuat nasi goreng atau mi goreng, gunakan isian secukupnya agar nasi atau mi masih bisa diaduk dengan leluasa.
Gunakan untuk tahap awal memasak
Wajan 20 cm bisa digunakan untuk menumis bawang dan bumbu dalam jumlah kecil sebelum bahan tersebut dipindahkan ke wadah yang lebih besar jika resep memang membutuhkan kapasitas lebih banyak.
Manfaatkan untuk porsi kecil
Untuk satu porsi telur, sambal, saus, atau lauk, wajan kecil justru bisa lebih praktis karena tidak ada banyak permukaan kosong yang harus dipanaskan.
Wajan 20 cm paling pas untuk siapa?
1. Anak kos
Wajan kecil bisa menjadi pilihan praktis jika kebutuhan memasak didominasi menu sederhana dan porsi kecil.
2. Yang sering memasak satu porsi
Telur, omelet kecil, sambal, saus, tumisan bumbu, atau lauk sederhana tidak selalu membutuhkan wajan besar.
3. Sebagai wajan tambahan di rumah
Wajan 20 cm juga berguna sebagai pasangan wajan utama. Ketika wajan besar sedang digunakan untuk masakan utama, wajan kecil dapat dipakai membuat telur atau memanaskan saus.
4. Kurang ideal sebagai satu-satunya wajan
Jika kebutuhan memasak sehari-hari sering mencakup tumisan dalam jumlah besar, nasi goreng untuk beberapa orang, banyak lauk sekaligus, atau bahan yang membutuhkan area luas, wajan 20 cm kemungkinan akan terasa terbatas.
Jadi, wajan 20 cm cocok buat apa?
Wajan 20 cm paling cocok untuk porsi kecil dan masakan yang tidak membutuhkan banyak ruang untuk disebar atau diaduk. Telur, omelet kecil, saus, sambal, tumisan bumbu, dan lauk satu porsi termasuk penggunaan yang praktis.
Sebaliknya, tumisan sayur dalam jumlah banyak, nasi goreng dengan banyak isian, mi goreng porsi besar, serta menggoreng banyak bahan sekaligus lebih nyaman dilakukan dengan wajan yang permukaannya lebih luas.
Jadi, sebelum menyalahkan ukuran wajan, lihat dulu jumlah bahan, luas dasar memasak, dan seberapa banyak ruang yang dibutuhkan untuk mengaduk. Kalau bahan sudah menumpuk dan spatula sulit bergerak, itu saatnya mengurangi porsi atau beralih ke wajan yang lebih besar.
FAQ
Wajan 20 cm cocok untuk berapa orang?
Tidak ada jumlah orang yang bisa dijadikan patokan mutlak hanya dari diameter wajan. Untuk menu sederhana seperti telur atau lauk kecil, wajan 20 cm bisa mencukupi lebih dari satu butir atau satu porsi kecil, tetapi kebutuhan sebenarnya bergantung pada jenis makanan dan jumlah bahannya.
Apakah wajan 20 cm bisa untuk nasi goreng?
Bisa jika porsinya kecil dan isiannya tidak terlalu banyak. Jika nasi, telur, sayuran, dan lauk tambahan sudah memenuhi wajan sehingga sulit diaduk, sebaiknya kurangi jumlah bahan atau gunakan wajan yang lebih besar.
Apakah wajan 20 cm cocok untuk menumis sayur?
Cocok untuk tumisan dalam jumlah kecil. Untuk satu ikat sayuran dengan banyak bahan tambahan, wajan yang lebih besar biasanya memberikan ruang lebih nyaman untuk mengaduk dan menyebarkan bahan.
Apakah wajan 20 cm cocok untuk anak kos?
Cukup cocok jika kebutuhan memasak lebih sering berupa porsi kecil seperti telur, saus, sambal, atau lauk sederhana. Namun, jika sering memasak dalam jumlah banyak, sebaiknya memiliki wajan yang lebih besar sebagai pendamping.
Apa yang harus dilihat selain ukuran wajan?
Perhatikan luas dasar memasak, kedalaman sisi, bentuk wajan, serta jumlah bahan yang biasanya dimasak. Diameter 20 cm tidak otomatis berarti semua wajan dengan ukuran tersebut memiliki kapasitas dan area memasak yang sama.