Brilio.net - Bawang putih yang sudah lama disimpan sering mulai mengeluarkan tunas hijau dari bagian tengahnya. Kondisi ini kadang bikin ragu, apalagi kalau bawang sudah terlihat berbeda dari saat pertama dibeli.
Bawang putih yang mulai bertunas tidak selalu harus dibuang. Yang perlu dicek bukan hanya ada atau tidaknya tunas, tetapi juga kondisi bawangnya. Selama siung masih dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda jamur atau pembusukan, bawang masih bisa digunakan untuk memasak.
Kenapa bawang putih bisa mengeluarkan tunas?
Bawang putih sebenarnya masih bisa melanjutkan pertumbuhannya setelah dipanen. Setelah disimpan cukup lama, masa istirahatnya berakhir dan bagian tengah siung mulai menumbuhkan tunas.
Hal ini dijelaskan dalam lembar informasi tentang penyimpanan bawang putih dari Postharvest Research and Extension Center, University of California, Davis. Sumber tersebut menjelaskan bahwa munculnya tunas di bagian dalam merupakan tanda bawang putih mulai keluar dari masa istirahatnya. Proses ini dapat berlangsung lebih cepat pada kondisi penyimpanan tertentu, terutama pada suhu sekitar 5–18°C.
Jadi, munculnya tunas sendiri bukan berarti bawang sudah busuk. Bawang yang bertunas perlu diperiksa lagi untuk melihat apakah ada masalah lain pada siungnya.
Bawang putih bertunas masih boleh dimasak?
Boleh, jika bagian bawangnya masih dalam kondisi baik.
Panduan Garlic: Safe Methods to Store, Preserve, and Enjoy dari UC Agriculture and Natural Resources, University of California, Davis, secara khusus membahas penyimpanan bawang putih di rumah. Publikasi ini ditulis Linda J. Harris dari bidang keamanan pangan di Department of Food Science and Technology, UC Davis.
Dalam panduan tersebut, bawang putih yang sudah lama disimpan bisa mulai keriput atau bertunas. Keduanya tidak otomatis berarti bawang harus dibuang, meski kualitasnya sudah tidak sebaik bawang yang masih segar. Untuk bawang yang bertunas, bagian siung bisa dibelah dan tunas hijau di tengahnya dapat dikeluarkan sebelum digunakan.
Artinya, jangan langsung melihat tunas sebagai tanda bawang rusak. Cek dulu bagian siungnya.
Bedakan tunas dengan jamur atau pembusukan
Ini bagian yang paling penting. Tunas dan jamur bisa terlihat sama-sama muncul dari bawang, padahal kondisinya berbeda.
| Kondisi bawang putih | Ciri yang terlihat | Keputusan |
|---|---|---|
| Hanya muncul tunas hijau | Tunas tumbuh dari bagian tengah siung, bawang masih utuh | Masih bisa digunakan |
| Bertunas dan agak keriput/kering | Siung mulai kehilangan kesegaran, tetapi tidak terlihat jamur atau pembusukan | Tidak otomatis harus dibuang |
| Ada pertumbuhan biru-hijau berbulu | Permukaan siung terlihat seperti ditumbuhi bulu/jamur | Jangan digunakan |
| Ada pertumbuhan putih seperti kapas | Terlihat lapisan atau pertumbuhan putih berbulu pada bawang | Jangan digunakan |
| Ada bagian yang membusuk dan berair | Siung mengalami perubahan menjadi lunak dengan bagian yang tampak membusuk | Jangan digunakan |
University of Minnesota Extension memiliki panduan khusus untuk mengenali masalah pada bawang putih. Dalam panduan tersebut, pertumbuhan biru-hijau berbulu dikaitkan dengan Penicillium decay, sedangkan pertumbuhan putih berbulu dapat muncul pada penyakit busuk tertentu. Pembusukan juga dapat terlihat dari perubahan jaringan menjadi lunak atau berair.
Karena itu, yang perlu diwaspadai adalah jamur dan pembusukan, bukan sekadar tunas hijau.
Kalau cuma bertunas, harus diapakan?
Kalau setelah diperiksa ternyata hanya ada tunas hijau dan siungnya masih baik, langkahnya cukup sederhana.
1. Kupas kulit bawang putih.
2. Periksa seluruh bagian siung. Pastikan tidak ada pertumbuhan jamur atau bagian yang membusuk.
3. Belah siung menjadi dua jika tunas berada di bagian tengah.
4. Keluarkan tunas hijau jika ingin menghilangkannya.
5. Gunakan bagian bawang yang masih baik untuk memasak.
Mengeluarkan tunas bukan berarti bawang yang bertunas pasti berbahaya. Cara tersebut memang dicantumkan dalam panduan UC Agriculture and Natural Resources sebagai salah satu cara menggunakan bawang putih yang sudah bertunas.
Kapan bawang putih sebaiknya dibuang?
Jangan gunakan bawang putih jika saat diperiksa sudah terlihat jamur atau pembusukan.
Misalnya, permukaannya ditumbuhi bagian berbulu berwarna biru-hijau atau putih, atau bagian bawang sudah mengalami pembusukan. Kondisi seperti ini berbeda dengan tunas hijau yang tumbuh dari bagian tengah siung.
Sebaliknya, kalau hanya ada tunas dan siung masih baik, tidak perlu langsung membuang seluruh bawang.
Bagaimana supaya bawang putih tidak cepat bertunas?
Cara penyimpanan ikut memengaruhi seberapa cepat bawang putih berubah.
Untuk penyimpanan di rumah, UC Agriculture and Natural Resources menyarankan tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Wadah yang memiliki ventilasi, seperti kantong berjaring, dapat membantu menjaga sirkulasi udara.
Sementara itu, lembar informasi UC Davis tentang penyimpanan bawang putih menjelaskan bahwa kelembapan tinggi dapat mendukung pertumbuhan jamur. Sumber yang sama juga menjelaskan bahwa bawang putih pada akhirnya akan keluar dari masa istirahatnya dan mulai bertunas jika disimpan cukup lama.
Jadi, jangan menyimpan bawang putih terlalu lama di tempat yang lembap, pengap, atau tanpa sirkulasi udara.
Bagan: Cek bawang putih yang mulai bertunas
dikeluarkan
Tunas vs jamur, jangan sampai tertukar
Cara paling gampang membedakannya adalah melihat lokasi dan bentuk pertumbuhannya.
Tunas biasanya muncul dari bagian tengah siung dan bentuknya seperti batang kecil berwarna hijau.
Sementara itu, jamur dapat terlihat seperti pertumbuhan berbulu pada permukaan atau bagian bawang yang mengalami kerusakan. University of Minnesota Extension mencatat pertumbuhan biru-hijau berbulu dan putih berbulu sebagai gejala beberapa jenis penyakit pada bawang putih.
Jadi, kalau yang terlihat hanya batang hijau dari tengah siung, jangan buru-buru menganggapnya jamur.
Cara menyimpan bawang putih setelah belanja
Supaya bawang lebih lama berada dalam kondisi baik:
- Simpan di tempat yang kering dan sejuk.
- Pilih tempat yang tidak lembap.
- Hindari wadah yang terlalu tertutup dan pengap.
- Berikan sirkulasi udara di sekitar bawang.
- Periksa bawang secara berkala dan pisahkan bagian yang sudah menunjukkan kerusakan.
Untuk penyimpanan rumah, UC Agriculture and Natural Resources justru tidak menyarankan kulkas rumah sekitar 4°C sebagai pilihan penyimpanan jangka panjang yang optimal karena kondisi tersebut dapat merangsang pertunasan. Ini berbeda dengan kondisi penyimpanan komersial yang menggunakan pengaturan suhu khusus, sehingga tidak bisa begitu saja disamakan dengan kulkas rumah.
Bawang putih bertunas tidak otomatis harus dibuang. Jika yang muncul hanya tunas hijau dan siung masih dalam kondisi baik, tunas dapat dikeluarkan lalu bawang digunakan untuk memasak. Yang menjadi tanda untuk tidak menggunakannya adalah adanya jamur atau pembusukan pada bawang.
FAQ
Apakah bawang putih yang bertunas masih bisa dimasak?
Bisa, selama siung masih dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan tanda jamur atau pembusukan. Tunas hijau dapat dikeluarkan sebelum bawang digunakan.
Apakah tunas hijau pada bawang putih harus dibuang?
Tidak harus. Jika ingin digunakan, siung dapat dibelah dan tunas hijau di bagian tengahnya dikeluarkan.
Bagaimana cara menyimpan bawang putih agar tidak cepat bertunas?
Simpan bawang putih di tempat yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari tempat yang lembap dan pengap.