Brilio.net - Baru-baru ini, sebuah unggahan dari akun Threads @zaa.azizah menarik perhatian publik. Ia membagikan kegelisahannya saat mendapati ikan lele yang ia goreng berubah warna menjadi biru secara tiba-tiba.

"Threads plissss kasih info ke aku kenapa ikan lele jadi berubah warna jadi biru gini ketika digoreng ??? Apakah ini aman buat dikonsumsi?? Tolong jawabb pliss sebelum aku dan keluarga memakannya 😭😭 Baru digoreng 2 ekor btw, masih ada 4 ekor lagi di freezer:(," tulisnya dalam unggahan tersebut, dikutip BrilioFood, Rabu (14/1).

foto: Threads/@zaa.azizah

Fenomena ini tentu menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan pangan bagi siapa pun yang mengalaminya.

Penjelasan di Balik Warna Biru pada Ikan Lele

Menanggapi kekhawatiran tersebut, seorang netizen dengan akun @tgarnasih yang mengaku berprofesi sebagai guru biologi memberikan penjelasan dari sudut pandang ilmiah. Menurutnya, perubahan warna ini berkaitan dengan karakteristik fisik lele.

Lele adalah ikan yang tidak memiliki sisik. Sebagai gantinya, tubuh lele dilapisi oleh lendir (mukus) tebal yang berfungsi sebagai pelindung alami dari bakteri, parasit, serta menjaga kelembapan kulitnya. Lendir ini adalah pertahanan utama lele karena ia tidak memiliki perlindungan fisik berupa sisik keras.

Warna biru yang muncul saat digoreng merupakan indikasi bahwa tubuh lele mengalami memar. Memar ini biasanya terjadi akibat benturan atau upaya penangkapan yang agresif sebelum ikan tersebut mati. Ketika kulit yang memar terkena panas minyak goreng, pigmen darah atau perubahan pada jaringan ikat di bawah lendir tersebut menampakkan warna kebiruan. Secara umum, kondisi ini merupakan perubahan fisik pada jaringan kulit dan bukan disebabkan oleh zat kimia berbahaya, sehingga masih aman dikonsumsi selama ikan tidak berbau busuk.

Namun, penjelasan akun @tgarnasih diragukan keakuratannya karena warganet lain mempertanyakan apakah benar lele tersebut memar?

Jawaban netizen lain pun kebanyakan lebih kepada lelucon ketimbang alasan ilmiahnya.

“Kamu mungkin mau naruh kunyit, tapi keliru naruh bunga telang wkwkwk,” komentar akun rmadina17.

Terlepas dari fenomena perubahan warna ini, gimana cara tepat menggoreng ikan lele, ya?

Cara Menggoreng Ikan Lele agar Tidak Meledak dan Tetap Garing

Menggoreng lele seringkali menjadi tantangan tersendiri karena kulitnya yang berlendir cenderung menyebabkan percikan minyak atau membuat tekstur tidak renyah. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dipraktikkan:

1. Bersihkan Lendir Secara Maksimal

Rendam lele dalam air perasan jeruk nipis, cuka, atau air garam selama 10-15 menit untuk meluruhkan lendir tebalnya.

2. Keringkan Sebelum Masuk Wajan

Pastikan permukaan lele benar-benar kering menggunakan tisu dapur. Air yang bertemu minyak panas adalah penyebab utama minyak meledak.

3. Taburkan Sedikit Tepung ke Minyak

Sebelum memasukkan ikan, taburkan sejumput tepung terigu ke dalam minyak panas untuk menyerap sisa kelembapan pada kulit lele.

4. Gunakan Minyak yang Cukup

Pastikan ikan terendam sebagian besar dalam minyak (deep fry) agar tingkat kematangannya merata.

5. Jangan Sering Membalik Ikan

Tunggu hingga sisi bawah benar-benar garing dan kecokelatan sebelum dibalik agar kulit lele tidak terkelupas atau hancur.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah lele yang berubah biru menunjukkan kandungan merkuri tinggi?

Tidak secara langsung. Indikator logam berat biasanya memerlukan uji laboratorium dan tidak tampak secara visual hanya saat digoreng.

2. Bagaimana cara membedakan lele memar dengan lele yang sudah tidak segar?

Lele memar hanya menunjukkan perubahan warna di titik tertentu tanpa aroma menyengat. Sementara lele yang tidak segar akan memiliki daging yang lembek, lendir berbau busuk, dan mata yang keruh.

3. Apakah lendir lele harus dihilangkan total sebelum dimasak?

Ya, sangat disarankan. Selain mengurangi risiko minyak meledak, menghilangkan lendir juga membantu bumbu lebih meresap dan menghilangkan bau amis yang tajam.

4. Suhu minyak ideal untuk menggoreng lele agar garing sampai ke tulang?

Gunakan suhu sedang menuju tinggi (sekitar 170-180°C). Suhu yang terlalu rendah akan membuat lele menyerap terlalu banyak minyak dan teksturnya menjadi lembek.