Brilio.net - Kuda dikenal sebagai salah satu hewan bertenaga besar. Hewan ternak satu ini sering kita temui di peternakan atau biasanya dimanfaatkan tenaganya sebagai alat transportasi. Postur tubuhnya yang besar dan kuat juga sering diikutkan dalam beragam jenis kejuaraan. Jadi nggak heran kalau banyak orang beranggapan kalau kuda adalah salah satu lambang kekuatan.

Nah, tapi kamu tahu nggak sih, kalau kuda juga diolah menjadi beragam olahan makanan? Ya, seperti sapi dan kambing, saat ini banyak olahan makanan berbahan daging kuda. Susu kuda dan sate kuda, adalah dua jenis olahan daging kuda yang mudah ditemukan. Meskipun tidak sepopuler sapi dan kambing, tapi ternyata banyak juga lho yang berminat dengan daging hewan herbivora ini.

Yogyakarta adalah salah satu bukti, daging kuda menjadi salah satu primadona dunia kuliner. Sate kuda yang ada di kota gudeg ini, bahkan sering menjadi destinasi wajib pagi para wisatawan. Di antara beberapa warung sate kuda yang ada di Jogja, Sate Kuda Gondolayu menjadi warung yang cukup populer. Selain karena menyediakan sate antimainstream, letaknya yang dekat dengan Tugu Jogja membuatnya mudah dicari.

foto: Brilio.net/Ivanovich Aldino



Hampir serupa seperti sate pada umumnya, sate kuda dimasak dengan cara yang sama seperti olahan daging sapi, ayam, ataupun kambing. Disajikan menggunakan bumbu kecap, membuat sate kuda sekilas mirip dengan sate ayam. Tapi kalau sudah menyelesaikan satu tusukan, terasa sate kuda lebih berserat bila dibandingkan dengan sate ayam. Bahkan kamu tak perlu khawatir dagingnya alot. Sandra, sang pemilik warung mampu mengolahnya menjadi lebih empuk dan nikmat untuk disantap.

Mengenai mitos yang beredar, Sandra membenarkan anggapan masyarakat mengenai daging kuda sebagai sumber kekuatan. Ia juga menambahkan, tak sedikit juga orang yang beranggapan daging kuda dikenal sebagai sumber makanan yang bisa menambah vitalitas pria. Tak jarang juga ia mendapat cerita dari para pelanggan, mereka sengaja datang karena memiliki permasalahan kejantanan.

"Dulu itu awalnya ya ada orang datang, bapak-bapak. Dia minta sate kuda tapi bagian torpedonya. Katanya dia punya masalah (hubungan intim) dengan istrinya," ujar Sandra pemilik warung Sate Kuda Gondolayu, ketika ditemui brilio.net beberapa waktu lalu.

foto: Sandra owner Sate Kuda Gondolayu
Brilio.net/Ivanovich Aldino



Sekadar diketahui, selain daging, torpedo atau organ testis kuda ini memang cukup lama populer di masyarakat sebagai bahan makanan yang dapat menambah kejantanan pria. Kuda yang dipandang memiliki tenaga besar, dianggap juga dapat menularkan kekuatannya untuk kehidupan seksual kaum pria. Namun sebagai penjual, Sandra mengaku belum mengetahui pasti mengenai kebenaran ini.

Mitos atau fakta mengenai kandungan daging kuda masih menjadi tanda tanya di tengah masyarakat. Label 'katanya' adalah yang paling sering kita dengar sebagai jawaban. Namun rupanya anggapan masyarakat kekuatan daging kuda tidak sepenuhnya salah, terutama mengenai kekuatan kuda.

Ahli gizi Riyana Rachmawati, S.Gz menjelaskan kuda memiliki kandungan bagian ototnya lebih banyak jika dibandingkan dengan daging lain seperti kambing atau sapi. Hal ini dikarenakan aktivitas kuda biasanya cenderung aktif daripada hewan ternak lain.

Dibandingkan daging lain seperti kambing dan sapi, kuda ternyata punya kandungan bagian otot lebih banyak. Sebab jika melihat aktivitasnya, biasanya kuda cenderung aktif dibanding hewan ternak lain. Sehingga terbentuk ototnya juga lebih banyak jika dibandingkan hewan lain seperti kambing atau sapi.

"Masa ototnya banyak maka pembakaran lemaknya juga besar, sehingga kandungan protein lebih tinggi. Kandungan lemaknya juga lebih rendah. Terdapat 4,1 gr lemak yang ada di 100 gr daging kuda yang kita konsumsi," ujar Riyana ketika berbincang dengan brilio.net belum lama ini.

foto: Riyana Rachmawati
Brilio.net/Syamsu Dhuha



Riyana juga menjelaskan, terdapat kandungan protein 18,1 gr dalam 100 gr daging kuda. Hal ini dikatakan cocok untuk orang dengan diet protein tinggi seperti orang pasca operasi yang membutuhkan pemulihan dan juga orang yang mengidap anemia. Selain itu, daging kuda juga mengandung zat besi yang cukup tinggi dibanding daging sapi dan kambing.

Kalau soal vitalitas pria, perempuan berhijab ini juga setuju bahwa banyak orang menganggap daging kuda mampu menambah kekuatan pria dalam kehidupan seksual. Hal ini bisa terjadi, karena pengamatan masyarakat terhadap kuda dan beberapa hewan lain yang aktif dalam kegiatan reproduksinya. Kuda dianggap mampu menambah vitalitas pria karena kuda aktif dalam kegiatan reproduksi.

Menurut sepengetahuan Riyana, beberapa jurnal tertentu tidak pernah mengaitkan hubungan vitalitas manusia dengan daging kuda. Namun dia mengamini jika selama ini memang banyak orang mengonsumsi daging kuda bagian testis karena percaya untuk menambah vitalitas. Testis kuda dianggap mempunyai banyak hormon reproduksi kuda.

"Tapi ini nggak bisa berkaitan. Karena jelas berbeda antara hormon manusia dan hewan. Nggak bisa saling meningkatkan satu sama lain, gitu," papar Riyana.

foto: Brilio.net/Syamsu Dhuha



Meskipun masih menuai pro dan kontra mengenai konsumsi daging kuda, namun jika ditilik dari sisi ahli gizi, daging kuda tidak dianjurkan untuk orang dengan penyakit ginjal atau gagal ginjal. Sebab orang dengan gangguan tersebut tidak dianjurkan mengonsumsi makanan berprotein tinggi. Selain itu konsumsi daging kuda juga sebaiknya dihindari orang yang memiliki asam urat tinggi.

"Zat yang toxic nggak ada, cukup aman. Daging kuda sebagai sumber protein, bisa dikonsumsi seperti daging sapi atau kambing, meskipun kurang lazim. Tapi kalau dari zat makro, dari lemak kolesterol dan protein, berlebihan jika dikonsumsi sehari-sehari, itu berbahaya," tambah Riyana.

Tidak hanya orang dewasa, daging kuda dikatakan tidak menjadi masalah ketika dikonsumsi anak-anak. Secara umum anak-anak tidak memiliki batasan makanan tertentu, bahkan membutuhkan zat makro yang banyak, seperti protein dan zat besi. Asal tidak berlebihan dan diperhatikan penyimpanan serta diolah hingga matang, daging kuda tidak menjadi masalah.

Nah, jadi gimana, kamu makin penasaran sama sate kuda apa nggak nih? Yakin nggak mau mencobanya?