Brilio.net - Mengolah hati ayam agar tidak bau amis memang butuh trik khusus, apalagi jika ingin disajikan untuk anak-anak. Tekstur dan aroma hati ayam yang khas seringkali jadi tantangan tersendiri. Namun dengan teknik yang tepat, hati ayam bisa diolah menjadi hidangan lezat, gurih, dan pastinya lebih ramah di lidah si kecil.

Dikutip BrilioFood dari akun Facebook @Ika Widia Susanti, salah satu cara menarik mengolah hati ayam adalah dengan dijadikan dendeng hati ayam. Selain rasanya lebih kaya, teksturnya juga lebih mudah dimakan anak karena tidak terlalu keras dan memiliki cita rasa yang sudah dibumbui dengan sempurna. Tambahan sayuran seperti wortel juga membuat hidangan ini lebih bergizi.

Proses pembuatannya pun cukup sederhana dan bisa dilakukan di rumah tanpa alat khusus. Dengan kombinasi bumbu yang pas serta teknik memasak yang benar, dendeng hati ayam ini bisa jadi menu favorit baru untuk keluarga, terutama anak-anak yang biasanya lebih pemilih soal makanan.

Bahan-Bahan

250 gram hati ayam
2 lembar daun salam
1 batang serai (memarkan)
3 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 butir kemiri
1/2 sdt ketumbar
Garam secukupnya
1 buah wortel (parut halus)
2–3 sdm tepung sagu
Daun pisang secukupnya (untuk alas)
Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat

1. Rebus hati ayam bersama daun salam dan serai hingga matang dan tidak berbau amis. Angkat dan tiriskan.

foto: Facebook/@Ika Widia Susanti

2. Haluskan hati ayam dengan cara diulek menggunakan cobek hingga lembut.

foto: Facebook/@Ika Widia Susanti

3. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan garam.

4. Campurkan hati ayam yang sudah diulek dengan bumbu halus.

5. Tambahkan parutan wortel dan tepung sagu, lalu aduk hingga semua bahan tercampur rata.

foto: Facebook/@Ika Widia Susanti

6. Ambil adonan, ratakan di atas daun pisang dengan ketebalan sedang (tidak terlalu tipis atau tebal).

7. Kukus selama 10–15 menit hingga matang.

foto: Facebook/@Ika Widia Susanti

8. Angkat, dinginkan, lalu potong-potong berbentuk kotak.

9. Goreng hingga harum dan sedikit kering agar teksturnya lebih kriuk.

foto: Facebook/@Ika Widia Susanti

10. Sajikan bersama nasi hangat dan sayur bayam jagung.

foto: Facebook/@Ika Widia Susanti

Tips Agar Tidak Amis & Disukai Anak

- Rebus hati ayam dengan daun salam dan serai untuk mengurangi bau amis secara alami.
- Jangan overcook saat merebus agar hati tidak keras dan pahit.
- Tambahkan wortel agar rasa lebih manis alami dan warna lebih menarik untuk anak.
- Gunakan bumbu secukupnya, jangan terlalu kuat agar tetap ramah di lidah anak.
- Goreng sebentar saja agar tidak terlalu keras dan tetap mudah dikunyah.

FAQ

1. Apakah empedu pada hati ayam harus dibuang sebelum direbus?

Sangat penting untuk memastikan kantong empedu (berwarna hijau kecil) sudah terlepas dari hati ayam sebelum diolah. Jika kantong ini pecah dan mengenai hati, rasa dendeng akan menjadi sangat pahit dan sulit dihilangkan meski sudah diberi bumbu yang kuat.

2. Mengapa adonan dendeng perlu diletakkan di atas daun pisang saat dikukus?

Selain sebagai alas agar adonan tidak lengket pada kukusan, daun pisang memberikan aroma alami yang khas (smoky lembut) yang dapat membantu menyamarkan aroma sisa dari hati ayam, sehingga lebih menggugah selera si kecil.

3. Amankah menu dendeng hati ayam ini untuk bayi yang baru memulai MPASI?

Secara bahan, menu ini sangat kaya zat besi. Namun, untuk bayi di bawah 1 tahun, sebaiknya penggunaan garam ditiadakan dan tekstur dendeng dibuat lebih lembut (dikukus saja tanpa digoreng kering) agar mudah dikunyah dan ditelan oleh bayi.

4. Bisakah sayuran selain wortel digunakan dalam campuran dendeng ini?

Bisa. Kita bisa mengganti atau menambahkannya dengan brokoli yang dicincang sangat halus atau bayam. Tujuannya tetap sama, yaitu menambah nutrisi serat dan memberikan variasi warna agar anak tidak bosan dengan tampilan makanannya.

5. Apa tanda adonan sudah kukus dengan sempurna sebelum dipotong?

Adonan dikatakan matang jika teksturnya sudah memadat dan tidak menempel saat disentuh. Pastikan untuk mendinginkannya terlebih dahulu di suhu ruang sebelum dipotong agar bentuk kotak dendeng tetap rapi dan tidak hancur saat digoreng.

Penulis: Anggita Cahya Rosdiana

Bio: Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Magelang yang memiliki pengalaman dalam penulisan artikel ilmiah yang telah dipublikasikan, serta aktif menulis artikel blog pribadi. Beberapa tulisan mengangkat topik kopi, seperti robusta dan arabika, sebagai bagian dari eksplorasi minat. Saat ini, tertarik mengembangkan penulisan pada topik kuliner dan lifestyle, serta memiliki ketertarikan pada bidang komunikasi digital.