Brilio.net - Waktu sahur yang terbatas sering kali menuntut kita untuk menyiapkan masakan yang cepat namun tetap bergizi. Salah satu pilihan yang bisa diandalkan adalah olahan telur. Agar tidak bosan dengan telur dadar biasa, mencampurkan sosis dan jamur kancing bisa menjadi solusi untuk meningkatkan cita rasa sekaligus nutrisi di pagi hari.
Omelet sosis jamur ini memiliki tekstur yang lebih padat namun tetap lembut berkat tambahan sedikit susu cair dan tepung serbaguna. Hidangan ini sangat cocok dinikmati dengan nasi hangat atau roti gandum.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
- Telur: 3 butir (dikocok lepas).
- Susu Cair: 25 ml (untuk tekstur yang lebih lembut).
- Jamur Kancing Champignon: 100 gram (iris tipis).
- Sosis Sapi: 3 buah (iris tipis).
- Tepung Serbaguna Special: 2 sendok makan.
- Margarine: 1 sendok makan (untuk menumis).
- Air: 3 sendok makan.
Langkah Mudah Membuat Omelet Sosis Jamur
Proses pembuatannya sangat simpel dan tidak memerlukan waktu lama, berikut langkah-langkahnya:
1. Siapkan wadah besar, lalu campurkan kocokan telur, susu cair, irisan jamur kancing, sosis sapi, tepung serbaguna, dan air. Aduk semua bahan tersebut hingga benar-benar tercampur rata.
2. Panaskan margarine di atas wajan antilengket atau teflon dengan api sedang.
3. Tuangkan seluruh adonan omelet ke dalam teflon yang sudah panas.
4. Kecilkan api agar bagian tengah omelet matang sempurna dan tidak cepat gosong di bagian bawah.
5. Perhatikan bagian pinggirannya. Jika sudah mulai mengering dan padat, balik omelet dengan bantuan dua sodet agar bentuknya tetap cantik dan tidak hancur.
6. Diamkan sejenak sampai tercium aroma harum dan kedua sisi matang merata.
7. Setelah matang, angkat dan tunggu hingga omelet agak dingin sebelum dipotong-potong agar hasilnya lebih rapi. Omelet sosis jamur siap disajikan untuk menemani santap sahur.
FAQ: Tips Seputar Omelet untuk Sahur
1. Apakah jenis jamur bisa diganti jika jamur kancing tidak tersedia?
Tentu, kamu bisa menggantinya dengan jamur tiram atau jamur kuping yang diiris halus, namun jamur kancing champignon memberikan aroma yang lebih khas dan tekstur yang lebih empuk.
2. Mengapa harus menggunakan api kecil saat memasak omelet?
Karena adonan ini mengandung tepung dan susu, api kecil membantu panas meresap ke bagian dalam tanpa membakar bagian luar terlalu cepat, sehingga matangnya merata.
3. Apa fungsi penambahan air dan susu cair dalam adonan telur?
Campuran ini membantu menciptakan tekstur fluffy atau empuk dan mencegah omelet menjadi terlalu kering saat sudah dingin.
4. Bolehkah menambahkan sayuran lain ke dalam resep ini?
Sangat boleh. Kamu bisa menambahkan irisan bayam, wortel serut, atau jagung pipil untuk menambah asupan serat saat menjalankan ibadah puasa.
5. Berapa lama omelet ini bisa bertahan jika ingin dimasak lebih awal?
Omelet paling enak dinikmati langsung. Namun, jika ingin dibuat sebelumnya, simpan di wadah tertutup dan hangatkan sebentar di teflon atau microwave sebelum waktu sahur tiba.