7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering, bisa sebabkan maag

10 / 06 / 2021 08:01 WIB Shahfara Raida
7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering, bisa sebabkan maag
foto ilustrasi: freepik.com

Brilio.net - Lezatnya makanan bersantan memang sulit ditolak. Sebab, rasanya yang gurih cocok banget dimakan bersama nasi dan lauk lainnya, apalagi jika ditambah dengan kerupuk. Banyak masakan khas Nusantara yang memang dibuat menggunakan santan, seperti rendang, sayur lodeh, olahan gulai, dan lain sebagainya.

Nggak melulu makanan berat, camilan-camilan khas Indonesia juga banyak yang menggunakan santan, lho. Santan memang cocok untuk diolah menjadi jenis makanan apa saja. Di samping itu, santan juga memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan.

Santan murni berguna untuk menurunkan kolesterol, menyehatkan kulit dan rambut, meningkatkan kesehatan tulang serta imun tubuh. Namun, jika terlalu sering mengonsumsi santan, bisa juga berdampak buruk untuk kesehatan.

Santan yang dikonsumsi secara berlebihan kurang baik untuk kesehatan, karena bisa menimbulkan permasalahan seperti kegemukan dan kolesterol. Berikut tujuh bahaya mengonsumsi santan terlalu sering, seperti dirangkum Brilio Food dari berbagai sumber pada Kamis (10/6).

1. Meningkatkan risiko penyakit jantung.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Bahaya yang satu ini sepertinya sudah diketahui oleh hampir setiap orang. Santan yang dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan LDL atau kolesterol jahat di dalam darah. LDL inilah yang berisiko bisa menimbun plak dan menyumbat pembulu darah yang bisa memicu penyakit jantung serta stroke.

2. Memicu penyempitan pembulu darah.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Jika sudah memicu penyempitan pembulu darah akibat mengonsumsi santan terlalu sering, akan berakibat lebih besar lagi bagi kesehatan. Yaitu dapat menyebabkan munculnya penyakit jantung koroner yang sangat berbahaya.

3. Meningkatkan tekanan darah.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Terlalu sering mengonsumsi santan juga bisa memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding arteri. Arteri yang awalnya normal, bisa jadi mengalami penumpukan kolesterol jahat, sehingga membuat peredaran darah tidak lancar dan tekanan darah pun akan meningkat.

4. Meningkatkan gas dan asam lambung.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Santan yang dikonsumsi secara berlebihan kurang baik untuk kesehatan organ pencernaan. Hal tersebut bisa menimbulkan risiko peningkatan gas dan asam lambung.

Saat mengonsumsi santan secara berlebihan, perut akan terasa begitu penuh karena gas. Santan juga bisa memicu asam lambung yang bisa menyebabkan penyakit seperti maag maupun gastritis.

5. Diare.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Masih mengenai permasalahan pada organ pencernaan. Seperti yang dilansir dari medicalnewstoday.com, jika terlalu sering mengonsumsi santan juga bisa menyebabkan diare, lho.

Serat dari santan yang dikonsumsi berlebihan juga bisa mempersulit organ pencernaan untuk mengentalkan dan memadatkan fases. Selain itu juga akan memicu penekanan pada saluran pembuangan. Makanya, bisa menyebabkan diare jika mengonsumsi santan terlalu sering.

6. Sembelit.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Mengonsumsi santan secara berlebih selain bisa menyebabkan diare, juga bisa menyebabkan permasalahan lainnya seperti sembelit. Hal ini dikarenakan oleh tingginya serat yang dimiliki oleh santan, sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah besar, bisa menyebabkan diare, gas berlebih, juga sembelit.

7. Penyebab munculnya jerawat.

7 Bahaya mengonsumsi santan terlalu sering © freepik.com

foto: freepik.com

Kalau kamu memiliki kondisi kulit yang sensitif dan mudah berjerawat, sebaiknya mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi santan yang berlebihan dan terlalu sering. Sebab, lemak jenuh pada santan bisa memicu penyumbatan pori-pori, meningkatkan jumlah komedo, dan memunculkan jerawat.

(brl/red)

Review

Selengkapnya