Batas penggunaan botol plastik bekas di dapur, cek 5 kondisi ini sebelum dipakai lagi

Batas penggunaan botol plastik bekas di dapur, cek 5 kondisi ini sebelum dipakai lagi
botol plastik bekas | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Botol plastik bekas sering disimpan karena masih terlihat bersih dan sayang kalau langsung dibuang. Namun, batas penggunaan botol plastik bekas tidak bisa ditentukan hanya dari hitungan sudah dipakai berapa kali. Kondisi botol, fungsi awal, isi yang akan dimasukkan, suhu, hingga kemampuan membersihkannya ikut perlu diperhatikan.

Karena itu, sebelum menggunakan kembali botol bekas untuk air minum atau bahan makanan, jangan cuma melihat apakah bentuknya masih bagus. Ada beberapa pemeriksaan sederhana yang bisa membantu menentukan apakah botol masih layak digunakan atau sebaiknya dialihkan untuk kebutuhan nonpangan.

Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua botol plastik

U.S. Food and Drug Administration (FDA) adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mengatur antara lain keamanan pangan dan bahan yang bersentuhan dengan makanan. Dalam panduannya tentang plastik daur ulang untuk kemasan pangan, FDA menjelaskan bahwa kesesuaian material untuk kontak makanan dinilai berdasarkan kondisi penggunaan, termasuk suhu, jenis makanan, lama kontak, serta apakah penggunaannya sekali atau berulang.

Artinya, batas penggunaan botol plastik bekas tidak tepat jika dibuat menjadi angka universal seperti “maksimal tiga kali”. Botol yang berbeda dapat mempunyai fungsi awal dan kondisi penggunaan yang berbeda pula.

FDA juga memiliki klasifikasi khusus untuk berbagai jenis makanan dan kondisi penggunaan, mulai dari makanan berair, asam, mengandung minyak atau lemak, produk susu, minuman, hingga makanan kering. Kondisi suhunya juga dibedakan, termasuk penyimpanan pada suhu ruang, pendinginan, pembekuan, dan penggunaan panas.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “sudah berapa kali botol ini dipakai?”, melainkan “botol ini masih dalam kondisi baik dan akan digunakan untuk apa?”

Cek 5 kondisi ini sebelum botol dipakai lagi

1. Perhatikan fungsi awal botol

Sebelum menggunakan kembali botol, lihat terlebih dahulu fungsi awal dan informasi yang tercantum pada kemasannya.

Botol yang memang dibuat untuk makanan atau minuman tidak otomatis cocok digunakan untuk semua jenis makanan, suhu, dan cara penggunaan. Begitu juga sebaliknya, botol yang awalnya digunakan untuk suatu kebutuhan tertentu jangan langsung dianggap cocok untuk menyimpan bahan lain.

Kode angka pada bagian bawah botol juga tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya patokan. Angka tersebut membantu menunjukkan jenis resin plastik, tetapi tidak sendirian menentukan apakah sebuah wadah cocok untuk semua kondisi kontak pangan.

Dalam penilaian bahan kontak pangan, FDA mempertimbangkan material sekaligus kondisi penggunaan yang dimaksud.

2. Periksa apakah ada retak, bocor, atau perubahan bentuk

Balik botol dan periksa seluruh bagiannya, termasuk badan, dasar, leher, ulir, dan tutup.

Kalau ditemukan retakan, kebocoran, atau bagian yang berubah bentuk, sebaiknya botol tidak lagi digunakan sebagai wadah makanan atau minuman.

Permukaan yang sudah sangat tergores juga perlu diperhatikan, terutama jika membuat bagian dalam sulit dibersihkan. Masalah utamanya bukan berarti setiap goresan otomatis membuat plastik menjadi beracun, tetapi wadah yang rusak atau sulit dibersihkan menjadi kurang ideal untuk digunakan berulang sebagai wadah pangan.

3. Cek apakah botol masih bisa dibersihkan dengan baik

Bagian leher dan ulir botol sering menjadi tempat sisa minuman atau bahan makanan tertinggal. Tutup botol juga perlu diperiksa karena bagian ini bisa memiliki celah yang lebih sulit dicuci.

Health Canada, lembaga pemerintah Kanada yang menangani kesehatan masyarakat termasuk keamanan pangan, secara khusus membahas penggunaan kembali botol air sekali pakai. Lembaga tersebut tidak merekomendasikan penggunaan ulang botol sekali pakai karena ada potensi risiko mikrobiologis jika botol tidak dibersihkan dengan benar. Health Canada menyarankan penggunaan botol bermulut lebar yang lebih mudah dicuci jika ingin digunakan berulang.

Artinya, ketika botol sudah sulit dibersihkan, jangan hanya melihat apakah plastiknya masih bening. Kemampuan membersihkan wadah juga menjadi pertimbangan penting.

4. Jangan sembarang memasukkan makanan atau minuman panas

Botol yang terlihat tebal belum tentu dirancang untuk menerima makanan atau minuman panas.

FDA dalam tabel kondisi penggunaan bahan kontak pangan membedakan penggunaan pada suhu ruang, penyimpanan dingin, pembekuan, pengisian panas, pasteurisasi, hingga kondisi dengan suhu tinggi.

Karena itu, kalau botol tidak memiliki keterangan bahwa wadah tersebut memang sesuai untuk kondisi panas, lebih baik jangan digunakan untuk menuangkan makanan atau minuman panas.

Apalagi jika botol sampai berubah bentuk setelah terkena panas. Kondisi tersebut menjadi tanda jelas bahwa wadah tidak seharusnya dipaksakan untuk penggunaan serupa.

5. Sesuaikan dengan isi yang akan disimpan

Isi botol juga perlu diperhitungkan.

FDA mengelompokkan makanan yang bersentuhan dengan material kemasan berdasarkan karakteristiknya, seperti makanan berair, makanan asam, makanan yang mengandung minyak atau lemak, produk susu, minuman, dan makanan kering. Kondisi kontak masing-masing juga dapat berbeda.
Karena itu, botol bekas yang masih terlihat bagus tidak otomatis cocok untuk menyimpan semua jenis bahan makanan.

Jika tidak yakin dengan kesesuaian botol untuk kontak pangan tertentu, pilihan yang lebih sederhana adalah mengalihkannya untuk kebutuhan nonpangan.

Batas penggunaan botol plastik bekas bisa dilihat dari kondisinya

Kondisi botol Contoh situasi Keputusan praktis
Masih utuh, bersih, dan peruntukannya jelas Digunakan sesuai fungsi dan kondisi yang dianjurkan Bisa dipertimbangkan
Banyak goresan dan sulit dibersihkan Bagian dalam sulit dicuci menyeluruh Sebaiknya tidak untuk makanan/minuman
Retak atau bocor Ada kerusakan pada badan atau tutup Hentikan untuk kontak pangan
Berubah bentuk setelah terkena panas Botol melengkung atau menyusut Jangan digunakan untuk kondisi panas
Bau atau rasa asing tetap tertinggal Bekas minuman atau bahan beraroma kuat Sebaiknya ganti atau alihkan
Tutup dan ulir sulit dibersihkan Banyak celah atau sisa bahan tertinggal Hindari penggunaan untuk pangan
Peruntukannya tidak jelas Ingin digunakan untuk makanan/minuman Jangan langsung dianggap sesuai
Masih utuh tetapi dialihkan untuk nonpangan Menyimpan klip, karet gelang, atau benda kecil Bisa dimanfaatkan kembali

 

Tabel ini menunjukkan kenapa jumlah pemakaian saja tidak cukup untuk menentukan batas penggunaan botol plastik bekas.

Kalau masih layak, bersihkan sebelum digunakan kembali

Jika botol memang sesuai untuk penggunaan yang direncanakan dan kondisinya masih baik, jangan langsung mengisinya kembali.

Lakukan langkah sederhana berikut:

1. Kosongkan seluruh isi botol.
2. Buka tutup dan bagian yang dapat dilepas.
3. Cuci botol dengan sabun dan air.
4. Bersihkan bagian leher, ulir, dan tutup dengan teliti.
5. Bilas sampai tidak ada sisa sabun.
6. Keringkan sebelum digunakan kembali.
7. Periksa kembali bagian dalam dan luar botol.
8. Gunakan sesuai peruntukan dan kondisi penggunaan yang sesuai.

Health Canada secara khusus menyoroti pentingnya kebersihan ketika botol sekali pakai digunakan kembali. Dalam konteks botol minum, lembaga tersebut menyarankan wadah yang dapat dicuci secara menyeluruh dengan air panas dan sabun di antara penggunaan.

Jadi, kalau bagian dalam botol tidak memungkinkan untuk dibersihkan dengan baik, penggunaan ulang sebagai wadah minuman justru tidak menjadi pilihan yang praktis.

Jangan takut pada mitos “botol plastik cuma boleh dipakai tiga kali”

Aturan “maksimal dua atau tiga kali” memang sering beredar, tetapi tidak tepat menjadikannya sebagai batas universal untuk semua botol plastik.

Health Canada dalam pembahasannya tentang penggunaan ulang botol air sekali pakai menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti ilmiah bahwa penggunaan kembali botol PET menyebabkan kadar bahan kimia atau toksin yang membahayakan berpindah ke air. Kekhawatiran yang lebih relevan dalam penggunaan ulang botol sekali pakai adalah potensi pertumbuhan bakteri jika wadah tidak dibersihkan dengan benar.

Sementara itu, FDA dalam konteks bahan plastik untuk kontak pangan menilai keamanan berdasarkan penggunaan yang dimaksud, termasuk jenis makanan, suhu, durasi kontak, dan pola penggunaan.

Jadi, tidak tepat pula mengubah informasi tersebut menjadi kesimpulan bahwa semua botol PET aman digunakan tanpa batas.

Bagan alur: masih bisa dipakai atau sebaiknya dialihkan?

BOTOL PLASTIK BEKAS MAU DIPAKAI LAGI
CEK FUNGSI AWAL & LABEL
AKAN BERSENTUHAN DENGAN
MAKANAN/MINUMAN?
↙ TIDAK
ALIHKAN UNTUK
NONPANGAN
YA ↘
CEK KONDISI
BOTOL
 
ADA RETAK / BOCOR /
RUSAK / SULIT DIBERSIHKAN?
↙ YA
HENTIKAN
UNTUK PANGAN
TIDAK ↘
CEK ISI &
SUHU PENGGUNAAN
 
SESUAI PERUNTUKAN?
↙ TIDAK
JANGAN UNTUK
KONTAK PANGAN
YA ↘
GUNAKAN
SESUAI PERUNTUKAN

 

Do's & Don'ts menggunakan botol plastik bekas

Boleh dilakukan:

Periksa kondisi botol sebelum digunakan kembali.
Cuci bagian badan, leher, ulir, dan tutup dengan baik.
Pastikan wadah sesuai dengan penggunaan yang direncanakan.
Perhatikan suhu bahan yang akan dimasukkan.
Hentikan penggunaan jika botol sudah rusak atau sulit dibersihkan.
Alihkan botol yang masih layak tetapi meragukan untuk kontak pangan menjadi wadah nonpangan.

Jangan dilakukan:

Menganggap semua botol plastik bisa dipakai ulang tanpa batas.
Menentukan keamanan hanya dari kode angka plastik.
Menganggap “baru dipakai dua atau tiga kali” berarti pasti masih layak.
Menuangkan makanan atau minuman panas ke wadah yang tidak dirancang untuk kondisi tersebut.
Tetap menggunakan botol yang retak, bocor, atau berubah bentuk.
Menggunakan botol yang bagian dalamnya sulit dibersihkan untuk menyimpan makanan atau minuman.

 

 

(brl/tin)

Video

Selengkapnya
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas