Cara membersihkan sisik ikan biar tidak berantakan, ternyata ada triknya
Diperbarui 10 Mar 2026, 13:18 WIB
Diterbitkan 10 Mar 2026, 13:00 WIB

Membersihkan sisik ikan terdengar sepele, tapi siapa yang belum pernah frustrasi melihat sisik nyiprat ke mana-mana, menempel di tangan, wastafel, bahkan dinding dapur? Padahal kalau tekniknya benar, proses ini jauh lebih bersih, cepat, dan tidak bikin dapur seperti habis perang.
Selain soal kebersihan dapur, membersihkan ikan dengan cara yang tepat juga berpengaruh langsung pada kualitas masakan. Sisik yang tertinggal mengganggu tekstur saat dimakan, sementara teknik yang terlalu kasar bisa merusak kulit ikan dan menurunkan kualitas dagingnya. Berikut langkah-langkah yang benar dari awal sampai selesai.
Langkah 1: Siapkan Alat yang Tepat Sebelum Mulai

Cara membersihkan sisik ikan
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Banyak yang langsung mengambil pisau begitu ikan sudah di tangan, padahal persiapan alat yang tepat menentukan seberapa bersih dan rapi hasilnya.
1. Gunakan pisau khusus pengikis sisik jika tersedia. Kalau tidak punya, punggung pisau dapur biasa sudah cukup. Hindari menggunakan sisi tajam karena bisa merusak kulit ikan.
2. Letakkan ikan di atas talenan yang tidak licin agar posisinya stabil saat dikikis.
3. Gunakan sarung tangan tipis jika ikan yang dibersihkan punya sirip tajam seperti ikan kakap atau gurame.
4. Siapkan wadah besar atau kantong plastik di bawah atau di samping talenan untuk menampung sisik yang terlepas agar tidak menyebar ke seluruh permukaan dapur.
Langkah 2: Basahi Ikan Sebelum Mengikis
Ini langkah yang paling sering dilewati, padahal dampaknya cukup besar terhadap seberapa banyak sisik yang beterbangan.
1. Bilas ikan di bawah air mengalir sebelum mulai mengikis. Air membantu sisik sedikit melembut dan menempel lebih longgar sehingga lebih mudah terlepas saat dikikis.
2. Untuk ikan bersisik besar seperti nila atau ikan mas, coba bersihkan di dalam baskom berisi air. Sisik yang terlepas akan langsung jatuh ke dalam air dan tidak menyebar ke mana-mana.
3. Posisikan ikan sedikit miring di dalam baskom agar semua bagian tubuhnya mudah dijangkau.
Jangan membersihkan ikan dalam kondisi kering karena sisiknya justru lebih mudah terbang dan menempel di permukaan sekitar.
Langkah 3: Kikis dari Arah Ekor ke Kepala
Arah pengikisan bukan soal kebiasaan, tapi soal anatomi. Sisik ikan tumbuh mengarah ke belakang, jadi mengikis dari ekor ke kepala artinya bergerak melawan arah tumbuhnya sisik, yang membuat sisik jauh lebih mudah terlepas.
1. Pegang bagian ekor ikan dengan kuat agar tidak tergelincir.
2. Kikis dengan gerakan pendek dan tegas dari arah ekor menuju kepala. Gunakan tekanan yang cukup tapi tidak berlebihan agar kulit ikan tidak robek.
3. Perhatikan area dekat sirip dan bagian perut karena sisik di area ini sering terlewat. Pastikan semua bagian sudah bersih sebelum lanjut ke langkah berikutnya.
Langkah 4: Bersihkan Bagian Perut dan Insang
Setelah sisik selesai, lanjutkan ke bagian dalam ikan yang sama pentingnya untuk kebersihan dan kualitas rasa masakan.
1. Belah bagian perut menggunakan pisau tajam dengan potongan memanjang yang hati-hati agar tidak melukai daging.
2. Keluarkan seluruh isi perut ikan, buang semuanya.
3. Potong dan buang insang menggunakan gunting dapur atau pisau kecil. Insang yang dibiarkan adalah penyebab utama bau amis yang kuat pada masakan ikan.
4. Bilas bagian dalam perut di bawah air mengalir hingga tidak ada sisa darah atau kotoran yang tertinggal.
Langkah 5: Bilas Akhir dan Simpan dengan Benar
Langkah ini sering dianggap formalitas, padahal pembilasan akhir yang teliti bisa membedakan ikan yang benar-benar bersih dengan yang masih menyisakan sisik halus.
1. Bilas seluruh permukaan ikan di bawah air mengalir, raba perlahan untuk memastikan tidak ada sisik yang masih menempel di kulit atau di sekitar sirip.
2. Jika ikan tidak langsung dimasak, simpan dalam wadah tertutup rapat di lemari pendingin.
3. Hindari menyimpan terlalu lama. Ikan yang sudah dibersihkan idealnya dimasak dalam waktu satu hingga dua hari untuk menjaga kesegarannya.
FAQ Membersihkan Sisik Ikan
FAQ 1: Apakah ikan yang dibeli sudah dibersihkan di pasar masih perlu dibilas ulang di rumah?
Sebaiknya tetap dibilas ulang meski ikan sudah dibersihkan di pasar. Proses pembersihan di pasar tidak selalu tuntas, masih sering ada sisa sisik halus, kotoran, atau darah yang tertinggal. Selain itu, ikan yang sudah melewati proses penanganan di pasar dan perjalanan pulang ke rumah perlu dibilas kembali untuk memastikan kebersihannya sebelum diolah.
FAQ 2: Apakah ada cara membersihkan sisik ikan tanpa pisau sama sekali?
Ada. Sendok makan biasa bisa digunakan sebagai pengganti pisau untuk mengikis sisik, dan cara kerjanya cukup efektif untuk ikan bersisik sedang. Selain itu, alat pengikis sisik khusus yang berbentuk seperti sisir dengan gigi-gigi pendek juga tersedia di pasaran dengan harga terjangkau dan lebih aman digunakan karena tidak ada sisi tajam yang berisiko melukai tangan.
FAQ 3: Mengapa ikan terasa lebih amis setelah disimpan meski sudah dibersihkan?
Bau amis yang muncul setelah penyimpanan biasanya disebabkan oleh dua hal. Pertama, pembilasan yang kurang tuntas sehingga masih ada sisa darah atau cairan dari isi perut yang tertinggal dan mulai teroksidasi. Kedua, penyimpanan yang kurang tepat, misalnya tidak ditutup rapat sehingga ikan terpapar udara di dalam kulkas. Untuk meminimalkan bau amis, bisa ditambahkan perasan jeruk nipis atau lemon ke permukaan ikan sebelum disimpan.
FAQ 4: Apakah ikan yang dibekukan sebelum dibersihkan lebih mudah dikupas sisiknya?
Justru sebaliknya. Ikan yang masih sedikit beku atau dingin memang lebih mudah dipegang karena tidak licin, tapi sisiknya justru lebih sulit dilepas karena menempel lebih kuat saat dalam kondisi dingin. Ikan yang sudah mencapai suhu ruangan atau setidaknya sudah dicairkan sepenuhnya akan jauh lebih mudah dibersihkan sisiknya karena daging dan kulitnya sudah lebih lentur.
FAQ 5: Apakah kulit ikan perlu dikupas sebelum dimasak untuk jenis masakan tertentu?
Tergantung jenis masakannya. Untuk masakan berkuah seperti sup atau pindang, kulit ikan sebaiknya dibiarkan karena membantu daging tetap utuh dan tidak hancur. Untuk masakan yang digoreng, kulit justru menjadi bagian yang paling renyah dan lezat sehingga sayang jika dikupas. Pengupasan kulit biasanya hanya dilakukan untuk masakan tertentu seperti ikan asap atau hidangan yang membutuhkan fillet bersih tanpa kulit sama sekali.
(brl/tin)RECOMMENDED ARTICLES
- Cara bikin ketupat Idulfitri yang tidak cepat basi, tekstur padat dan anti gagal
- Solusi mengiris ketupat pulen agar hasilnya rapi dan tidak menempel di pisau
- Trik rahasia ketupat Lebaran matang sempurna hanya 30 menit, janur tetap hijau cerah
- Dahsyatnya daun belimbing wuluh bantu hilangkan bau kikil untuk menu Lebaran
- Ikan patin bebas bau tanah? Lakukan 5 langkah praktis ini sebelum memasak
Source: liputan6.com /
Septika Shidqiyyah
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan
pemeriksaan
dan kurasi oleh Editorial.
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
5 Resep sayuran untuk berbuka puasa yang sehat dan praktis
09 / 03 / 2026 18:00 WIB
Resep nasi gulai ayam pakai rice cooker untuk sahur, tinggal klik bisa ditinggal tidur
10 / 03 / 2026 03:00 WIB
Resep nugget tahu untuk sahur gampang tanpa ribet, bisa distok di kulkas dan tinggal goreng
10 / 03 / 2026 02:00 WIB
5 Resep gorengan renyah tahan lama untuk menu takjil berbuka puasa
09 / 03 / 2026 19:00 WIB
















