Cetakan es batu berbau plastik setelah lama disimpan, ini cara bersihkan dengan sabun dan air hangat
Diperbarui 6 Nov 2026, 15:56 WIB
Diterbitkan 6 Nov 2026, 13:00 WIB
- 1. Periksa kondisi cetakan es batu sebelum dicuci
- 2. Cuci cetakan menggunakan sabun cuci piring dan air hangat
- 3. Bilas cetakan sampai tidak ada sisa sabun
- 4. Keringkan cetakan sebelum digunakan kembali
- 5. Periksa kembali aroma dan kondisi cetakan
- Tabel kondisi cetakan es batu dan cara penanganannya
- Bagan alur membersihkan cetakan es batu
- FAQ seputar cetakan es batu berbau plastik
Brilio.net - Cetakan es batu yang lama disimpan di lemari atau laci terkadang mengeluarkan aroma plastik saat dikeluarkan kembali. Kondisi ini bisa membuat ragu untuk langsung menggunakannya, apalagi cetakan tersebut nantinya bersentuhan langsung dengan air yang akan dibekukan.
Bau tersebut bisa berasal dari aroma material cetakan, debu, atau bau dari tempat penyimpanan yang tertahan pada permukaannya. Sebelum digunakan kembali, cetakan perlu dicuci menggunakan sabun cuci piring dan air hangat yang sesuai dengan petunjuk perawatan materialnya. Setelah itu, bilas dan keringkan sampai tidak ada sisa air.
1. Periksa kondisi cetakan es batu sebelum dicuci
Sebelum mulai membersihkan, periksa seluruh bagian cetakan, termasuk lubang-lubang kecil tempat air dituangkan. Pastikan tidak ada debu, kotoran, atau benda asing yang tertinggal selama penyimpanan.
Perhatikan juga kondisi materialnya. Jika cetakan terbuat dari plastik, periksa apakah ada retakan, permukaan yang lengket, perubahan bentuk, atau kerusakan lainnya. Untuk cetakan silikon, periksa apakah permukaannya masih utuh dan tidak mengalami kerusakan.
Jika masih memiliki kemasan atau petunjuk produsen, periksa batas suhu pencucian yang dianjurkan. Sebab, tidak semua plastik dan silikon memiliki ketahanan yang sama terhadap panas.
2. Cuci cetakan menggunakan sabun cuci piring dan air hangat
Sabun cuci piring membantu mengangkat debu, kotoran, dan sisa minyak yang mungkin menempel selama cetakan disimpan. Air hangat dapat digunakan untuk membantu proses pencucian, asalkan suhunya sesuai dengan ketahanan material.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Siapkan baskom berisi air hangat, sabun cuci piring, dan spons lembut.
2. Tuangkan beberapa tetes sabun ke dalam air, lalu aduk hingga tercampur.
3. Masukkan cetakan es batu ke dalam larutan sabun.
4. Gunakan spons lembut untuk membersihkan bagian permukaan dan setiap lubang cetakan.
5. Bersihkan bagian sudut dan sela-sela yang berpotensi menyimpan debu.
6. Jika terdapat tutup, cuci juga bagian tersebut secara terpisah.
Jangan menggunakan air mendidih, terutama pada cetakan plastik yang tidak diketahui ketahanan panasnya. Hindari pula spons kasar yang berisiko meninggalkan goresan pada permukaan cetakan.
3. Bilas cetakan sampai tidak ada sisa sabun
Setelah seluruh bagian dibersihkan, bilas cetakan menggunakan air bersih yang mengalir. Perhatikan setiap lubang karena sisa sabun bisa tertahan pada bagian cekung atau sudut cetakan.
Pastikan tidak ada busa maupun aroma sabun yang tertinggal. Jika masih terasa licin, lanjutkan pembilasan sampai permukaannya bersih.
Tahap ini penting karena cetakan akan digunakan untuk membuat es batu yang nantinya dikonsumsi bersama minuman.
4. Keringkan cetakan sebelum digunakan kembali
Setelah dibilas, jangan langsung menuangkan air untuk membuat es batu. Tiriskan cetakan terlebih dahulu, kemudian letakkan di rak pengering yang bersih dengan posisi terbuka.
Gunakan kain bersih jika perlu untuk menyerap tetesan air di bagian luar. Biarkan bagian dalam mengering secara alami dengan sirkulasi udara yang baik.
Jika cetakan memiliki tutup, keringkan secara terpisah. Hindari menyimpan cetakan dalam keadaan masih lembap karena sisa air yang terperangkap dapat membuat wadah kembali berbau atau menjadi tempat pertumbuhan mikroorganisme.
5. Periksa kembali aroma dan kondisi cetakan
Setelah kering, periksa kembali apakah aroma plastik masih tercium kuat. Jika bau hanya berasal dari debu atau aroma tempat penyimpanan, pencucian mungkin sudah cukup membantu menguranginya.
Namun, jika cetakan masih mengeluarkan bau plastik yang sangat menyengat, sebaiknya jangan langsung digunakan untuk membuat es batu. Periksa petunjuk produsen dan pertimbangkan menggantinya apabila aroma tetap kuat atau material menunjukkan tanda kerusakan.
Cetakan yang sudah bersih, tidak berbau menyengat, dan masih dalam kondisi baik bisa digunakan kembali sesuai petunjuk pemakaiannya.
Tabel kondisi cetakan es batu dan cara penanganannya
| Kondisi cetakan | Kemungkinan penyebab | Penanganan |
|---|---|---|
| Berdebu setelah lama disimpan | Kotoran dari tempat penyimpanan | Cuci dengan sabun dan air hangat sesuai material |
| Berbau plastik ringan | Aroma material atau tempat penyimpanan | Cuci, bilas, lalu keringkan secara menyeluruh |
| Permukaan terasa licin | Sisa minyak atau kotoran | Bersihkan kembali dengan sabun cuci piring |
| Masih ada busa setelah dibilas | Sisa sabun tertahan di lekukan | Bilas kembali dengan air bersih |
| Berbau sangat menyengat setelah dicuci | Aroma material atau perubahan kondisi cetakan | Jangan digunakan dahulu, periksa petunjuk produsen |
| Permukaan retak atau berubah bentuk | Kerusakan material | Ganti cetakan sebelum digunakan untuk makanan |
Bagan alur membersihkan cetakan es batu
FAQ seputar cetakan es batu berbau plastik
1. Mengapa cetakan es batu berbau plastik setelah lama disimpan?
Bau bisa berasal dari aroma material cetakan atau bau dari tempat penyimpanan yang tertahan pada permukaannya. Debu dan kotoran yang menempel juga bisa memengaruhi aroma cetakan.
2. Apakah cetakan es batu boleh dicuci dengan air panas?
Boleh menggunakan air hangat jika sesuai dengan ketahanan material dan petunjuk produsen. Hindari air mendidih karena beberapa jenis plastik dapat berubah bentuk akibat suhu terlalu tinggi.
3. Apakah cetakan es batu harus dikeringkan sebelum digunakan?
Ya. Cetakan sebaiknya dikeringkan setelah dicuci agar tidak ada sisa air dan kelembapan yang terperangkap. Setelah bersih dan kering, cetakan bisa digunakan kembali jika kondisinya masih layak.
(brl/tin)RECOMMENDED ARTICLES
- Stoples bekas kerupuk berbau tengik, begini cara hilangkan sisa aromanya dengan sabun & baking soda
- Noda teh membekas di meja setelah gelas diangkat, bersihkan pakai sabun cuci piring atau baking soda
- Hack bersihkan semprotan WC yang mampet dan airnya keluar warna coklat, cukup rendam pakai ini saja
- Sendok stainless steel muncul bercak setelah dicuci, kenali penyebabnya dan cara merawatnya
- Kantong plastik belanja menumpuk di dapur, begini cara menyimpannya agar tidak memenuhi laci
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya-
25 Resep olahan ikan tongkol sederhana dan enak untuk lauk harian, masaknya gampang dan hemat
05 / 11 / 2026 10:00 WIB -
10 Resep cumi asin pedas yang menggugah selera, cocok disantap bareng nasi hangat
05 / 11 / 2026 17:00 WIB -
26 Resep olahan telur rebus, enak, sederhana dan mudah dibuat, pilihan tepat in this economy
04 / 11 / 2026 09:00 WIB -
30 Resep masakan sederhana anak kos, murah, mudah, dan praktis yang bikin kenyang seharian
06 / 11 / 2026 09:00 WIB