Kain pel tetap bau meski sudah dicuci? Coba trik rendaman 2 bahan dapur ini
Diperbarui 29 Mei 2026, 21:15 WIB
Diterbitkan 30 Mei 2026, 09:00 WIB

Brilio.net - Mengepel lantai setiap hari memang bikin rumah lebih bersih, tapi ada konsekuensi yang sering diabaikan—kain pel jadi menyerap semua kotoran, debu, dan sisa cairan dari lantai secara terus-menerus. Kalau tidak langsung dicuci bersih setelah dipakai, kotoran itu mengendap dan mengering di serat kain, dan lama-kelamaan muncul bau amis yang susah hilang hanya dengan bilasan air biasa.
Masalahnya, mencuci kain pel dengan cara konvensional—disikat satu per satu—cukup menyita tenaga dan waktu. Ada cara yang lebih praktis dan tidak perlu menyikat sama sekali, cukup dengan dua bahan dapur yang hampir selalu ada di rumah.
Kenapa Kain Pel Cepat Bau Amis Meski Sudah Dicuci?
Bau amis pada kain pel tidak selalu berarti kain belum dicuci. Seringkali masalahnya ada pada cara mencucinya—dibilas air saja atau dicuci dengan detergen tanpa perendaman tidak cukup untuk mengangkat bakteri yang sudah bersarang di dalam serat kain.
Kain pel yang lembap dan disimpan dalam kondisi belum benar-benar kering juga mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur, yang menjadi sumber utama bau tidak sedap.
Di sinilah baking soda dan garam berperan. Baking soda bersifat basa dan mampu menetralkan senyawa asam penyebab bau, sementara garam bekerja sebagai agen osmotik yang menarik cairan dari sel bakteri sehingga pertumbuhannya terhambat. Kombinasi keduanya dalam air panas menciptakan larutan rendam yang jauh lebih efektif dibanding detergen saja.
Cara Mencuci Kain Pel Tanpa Disikat
Trik ini pertama kali dibagikan oleh pengguna TikTok @qzahra.azkha dan langsung menarik perhatian banyak orang karena hasilnya terbukti efektif—kain pel bersih dari noda dan bebas bau amis tanpa perlu tenaga ekstra untuk menyikat.
Bahan:
- Kain pel yang kotor dan berbau
- Air secukupnya untuk direbus
- ½ sdm baking soda
- ½ sdm garam dapur
- Detergen secukupnya
- Ember besar
Langkah-langkah:
1. Rebus air dalam panci hingga mendidih, lalu tuangkan ke dalam ember besar.
2. Tambahkan ½ sdm baking soda dan ½ sdm garam ke dalam air panas, aduk hingga keduanya larut.
3. Masukkan detergen secukupnya, aduk rata hingga berbusa.
4. Masukkan kain pel ke dalam ember, pastikan seluruh bagian kain terendam larutan.
5. Diamkan hingga air berubah menjadi hangat—jangan terburu-buru dibilas saat masih panas.
6. Setelah air hangat, angkat kain pel dan bilas dengan air bersih tanpa perlu disikat.
7. Peras kain pel hingga tidak terlalu basah, lalu jemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Yang Perlu Diperhatikan Saat Mencoba Cara Ini
Ada beberapa hal kecil yang cukup berpengaruh pada hasil akhirnya. Pertama, pastikan kain pel direndam hingga air benar-benar hangat—bukan panas, bukan dingin. Proses perendaman di suhu hangat inilah yang memberi waktu bagi baking soda dan garam untuk bekerja maksimal mengangkat kotoran dari dalam serat kain.
Kedua, jangan menambahkan terlalu banyak garam. Garam berlebih tidak mempercepat proses pembersihan, tapi bisa membuat serat kain menjadi lebih kaku jika digunakan terus-menerus dalam jumlah besar. Takaran ½ sdm sudah cukup untuk satu ember penuh air. Ketiga, setelah dibilas, pastikan kain pel dijemur sampai benar-benar kering sebelum disimpan—kain yang disimpan dalam kondisi lembap akan kembali berbau meski sudah dibersihkan dengan cara ini.
FAQ
Apakah cara ini aman untuk semua jenis kain pel, termasuk yang berbahan microfiber?
Kain pel microfiber perlu perlakuan sedikit berbeda karena serat halusnya bisa rusak jika terlalu sering terpapar air panas dalam suhu sangat tinggi. Untuk kain pel microfiber, gunakan air hangat—bukan air mendidih—saat membuat larutan rendaman. Baking soda dan garam tetap bisa digunakan, tapi pastikan suhu air sudah turun ke sekitar 50–60°C sebelum kain dimasukkan.
Bolehkah baking soda diganti dengan cuka putih untuk hasil yang sama?
Bisa, tapi keduanya bekerja dengan mekanisme yang berbeda. Baking soda menetralkan bau secara kimiawi (basa menetralkan asam), sementara cuka putih bekerja sebagai asam yang membunuh bakteri. Keduanya efektif untuk menghilangkan bau, tapi tidak disarankan dicampur dalam satu larutan karena reaksi basa-asam keduanya justru saling menetralkan dan mengurangi efektivitasnya. Pilih salah satu sesuai yang tersedia.
Seberapa sering kain pel idealnya dicuci dengan metode ini?
Untuk penggunaan harian, kain pel sebaiknya dicuci total minimal seminggu sekali menggunakan metode perendaman ini. Pembilasan biasa setelah setiap pemakaian masih diperlukan untuk mengangkat kotoran kasar, tapi tidak cukup untuk membunuh bakteri yang sudah masuk ke dalam serat kain. Kain pel yang digunakan di area dapur atau kamar mandi sebaiknya dicuci lebih sering, sekitar dua kali seminggu.
Apakah kain pel yang sudah terlalu lama tidak dicuci masih bisa diselamatkan dengan cara ini?
Untuk kain pel yang sudah sangat kotor dan berbau sangat menyengat, satu kali perendaman mungkin belum cukup. Coba ulangi proses perendaman dua kali berturut-turut dengan larutan baru, atau perpanjang waktu rendaman hingga air benar-benar dingin sebelum dibilas. Jika setelah dua kali perendaman bau masih tidak hilang, kemungkinan bakteri sudah terlalu dalam meresap ke serat kain dan kain pel perlu diganti.
Apakah ada perbedaan antara menjemur kain pel di dalam dan di luar ruangan terhadap kebersihan akhirnya?
Ada perbedaan yang cukup nyata. Menjemur kain pel di bawah sinar matahari langsung jauh lebih efektif karena sinar UV matahari memiliki kemampuan alami untuk membunuh sisa bakteri dan jamur yang mungkin masih tertinggal setelah dicuci. Kain pel yang hanya dikeringkan di dalam ruangan atau di tempat teduh memang akan kering, tapi potensi bau kembali muncul lebih cepat karena proses sanitasi UV tidak terjadi.
(brl/tin)
RECOMMENDED ARTICLES
- Kenapa tempat sampah dapur tetap bau setelah dibersihkan dan cara mengatasinya
- Cara menghilangkan bau darah di halaman rumah habis penyembelihan hewan kurban
- Cara mengusir lalat setelah potong kurban tanpa semprotan kimia, aman dan alami
- Keset dapur jadi bau anyir habis Idul Adha? Begini cara cuci biar nggak apek dan cepat kering
- Cara menghilangkan bau anyir di wastafel setelah cuci daging dengan garam dan jeruk nipis
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
Yuk cobain resep sawi gulung isi ayam udang, dikukus jadi lebih sehat dan nikmatnya tak terduga
12 / 06 / 2026 19:00 WIB
15 Resep bumbu ceker mercon, pedas dan meresap
12 / 06 / 2026 19:12 WIB
9 Resep olahan tahu sutra ala rumahan, praktis dan bikin nagih
12 / 06 / 2026 14:00 WIB
















