Brilio.net - Salah satu masalah yang sering bikin orang kesal saat mengepel lantai adalah hasil akhirnya malah bau amis. Bukannya wangi dan segar, lantai justru meninggalkan aroma tidak enak yang bikin ruangan terasa kurang nyaman.
Selain bau, lantai juga sering jadi licin setelah dipel. Kondisi ini bisa bikin aktivitas di rumah jadi kurang aman, apalagi kalau ada anak atau orang tua yang mudah terpeleset.
Masalah kayak gini sebenarnya banyak terjadi karena penggunaan cairan pembersih yang asal-asalan atau pilihannya kurang tepat. Padahal, jenis dan takaran pembersih punya peran besar dalam menentukan hasil akhir apakah lantai jadi bersih, wangi, dan aman diinjak.
Namun jika ingin hasilnya lebih maksimal, kamu bisa menggunakan alternatif lain saat hendak membersihkan lantai. Alih-alih pakai cairan pembersih khusus lantai, kamu bisa menggunakan bahan dapur, lho. Untuk mengetahui lebih lanjut apa bahan dapur yang dimaksud, simak ulasannya yang telah BrilioFood rangkum dari Instagram @rismy_fr pada Minggu (30/11).
Trik ngepel lantai biar wangi berhari-hari.
1. Gunakan cuka dan sabun cuci piring sebagai pembersih.
foto: Instagram/@rismy_fr
Campuran cuka dan sabun cuci piring bisa jadi solusi simpel buat bikin lantai wangi lebih lama. Cuka membantu mengangkat noda membandel dan menghilangkan bau amis, sementara sabun cuci piring memberi efek keset dan bersih. Cukup larutkan keduanya dengan air panas supaya formulanya lebih aktif dan mudah bekerja.
2. Gunakan cairan tersebut untuk mengepel seperti biasa.
foto: Instagram/@rismy_fr
Setelah cairannya siap, kamu tinggal pakai untuk mengepel lantai seperti rutinitas harian. Nggak perlu teknik khusus, yang penting kain pel selalu dibilas agar kotoran nggak balik lagi ke lantai. Proses ini bikin hasil pel lebih merata dan wangi yang dihasilkan bisa lebih tahan lama.
3. Cairan ini membuat lantai cepat kering, kesat, dan wangi berhari-hari.
foto: Instagram/@rismy_fr
Campuran cuka dan sabun cuci piring ini bikin lantai cepat kering, jadi kamu nggak perlu khawatir lantai terlalu lembap. Selain itu, efek kesatnya enak banget saat diinjak dan aromanya bisa bertahan lebih lama dibanding cairan pembersih biasa. Dengan pemakaian rutin, rumah terasa lebih segar tanpa perlu parfum ruangan tambahan.
FAQ Seputar cara cuci kain pel.
Banyak orang nggak sadar kalau kain pel yang jarang dicuci dengan benar bisa jadi sumber bau dan kuman di lantai. Padahal merawat kain pel itu simpel banget kalau tahu caranya.
1. Seberapa sering kain pel harus dicuci?
Idealnya kain pel dicuci setiap selesai digunakan, terutama kalau dipakai untuk membersihkan area yang kotor atau berminyak. Mencucinya langsung membantu mencegah bakteri berkembang dan membuat kain tetap efektif saat dipakai berikutnya.
2. Apa bisa kain pel dicuci dengan mesin cuci?
Bisa, asalkan tidak dicampur dengan pakaian supaya kotorannya tidak menempel ke baju. Pilih mode pencucian lembut dengan air hangat agar kotoran mudah luruh tanpa merusak serat kain.
3. Haruskah kain pel direndam dulu sebelum dicuci?
Sangat disarankan, terutama jika kain sudah berbau atau penuh noda. Rendaman air panas yang dicampur sedikit deterjen atau cuka membantu melonggarkan kotoran dan menghilangkan bau membandel.
4. Kapan kain pel harus diganti dengan yang baru?
Kain pel sebaiknya diganti jika seratnya mulai rontok, warnanya berubah kusam, atau sudah tidak bisa menyerap air dengan baik. Biasanya dalam 2–3 bulan pemakaian rutin, performanya mulai menurun.
5. Bagaimana cara mengeringkan kain pel agar tidak bau?
Setelah dicuci, peras kain pel sampai hampir kering lalu jemur di bawah sinar matahari agar bakteri mati. Hindari menjemurnya di tempat lembap atau gelap karena bisa membuat kain cepat berjamur dan berbau.