Brilio.net - Formalin sering dimanfaatkan untuk mengawetkan suatu barang atau sebagai cairan pembersih. Misalnya untuk campuran desinfektan, obat kutil, pengawet kayu, dan sebagainya. Namun tidak dipungkiri, zat kimia tak berwarna ini juga masih kerap ditambahkan ke dalam bahan pangan, terutama ikan segar. Tujuannya untuk membuat ikan tidak cepat busuk walau sudah mati berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu. Formalin ini akan menghambat pertumbuhan mikroba penyebab pembusukan pada ikan.

Padahal mengonsumsi ikan berformalin tentu berbahaya, apalagi jika dosisnya sudah sangat tinggi. Dalam jangka panjang, mengonsumsi ikan berformalin dapat menyebabkan kegagalan organ vital seperti ginjal dan otak. Tapi tidak hanya itu, dilansir dari dislautkan.jogjaprov.go.id, menurut PERMENKES RI No.033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, formalin memiliki sifat karsinogenik yang juga dapat menyebabkan kanker.

Sebagai konsumen, tentu kamu harus lebih teliti saat hendak membeli ikan agar terbebas dari formalin. Namun jika tetap ragu dengan keamanan bahan pangan tersebut, kamu bisa melakukan deformalisasi atau menghilangkan kandungan formalin dalam ikan. Cara menghilangkan formalin pada ikan ini pada dasarnya cukup mudah.