Brilio.net - Di Indonesia, jengkol sering dikonsumsi sebagai menu makan yang lezat. Biasanya jenis polong satu ini dimasak dengan berbagai macam bumbu, seperti semur, balado, hingga gulai. Perpaduan jengkol yang empuk dan bumbu rempah khas Nusantara membuat menu olahan jengkol selalu bisa meningkatkan selera makan.

Namun di balik rasanya yang lezat, jengkol juga kerap dihindari karena memiliki bau tak sedap. Kandungan senyawa belerang bernama jengkolic acid (asam jengkolat) yang terkandung di dalamnya membuat jengkol mengeluarkan bau tak sedap. Saat dikonsumsi, bau jengkol tersebut cenderung melekat kuat di mulut.

Karena dianggap mengganggu selera makan, banyak orang kemudian mencari cara untuk menghilangkan bau jengkol tersebut. Salah satu cara paling ampuh adalah dengan merebus jengkol. Perebusan ini biasanya juga dilakukan dengan tambahan sejumlah bahan, seperti rempah-rempah.

Selain untuk menghilangkan bau, merebus jengkol juga bertujuan untuk mengempukkan teksturnya. Saat masih mentah, jengkol cenderung sangat keras. Oleh sebab itu, perlu perebusan yang lama hingga berjam-jam untuk mengubah teksturnya jadi empuk.

Tapi merebus jengkol selama berjam-jam tentu bisa bikin boros gas. Untuk mengatasinya, banyak orang kemudian merendamnya terlebih dahulu selama berhari-hari. Selain itu, ada juga yang merendamnya dalam air cucian beras supaya bau tak sedapnya bisa hilang.

Padahal tahu nggak sih? Sebenarnya ada trik yang lebih sederhana untuk mengempukkan dan menghilangkan bau jengkol. Seorang pengguna YouTube Syihab 123 pernah membagikan trik merebus jengkol agar cepat empuk walau tanpa direndam terlebih dahulu.