Brilio.net - Beras yang sudah lama disimpan terkadang masih terlihat normal ketika wadahnya dibuka, tetapi aromanya berbeda dari saat pertama dibeli. Ada yang tercium lebih apek, tengik, atau sekadar lebih kuat, meski warna dan bentuk butirannya belum banyak berubah.

Perubahan aroma tidak selalu berarti beras langsung rusak. Lama penyimpanan, suhu, kelembapan, paparan udara, jenis beras, dan kondisi wadah bisa memengaruhi kualitasnya. Karena itu, bau sebaiknya diperiksa bersama kondisi fisik beras sebelum memutuskan apakah masih layak digunakan.

Kenapa beras bisa berubah bau setelah lama disimpan?

Beras bisa mengalami perubahan kualitas selama disimpan, terutama jika kondisi penyimpanannya kurang sesuai. Aroma yang berubah dapat berasal dari proses yang terjadi pada komponen beras maupun dari lingkungan tempat beras disimpan.

- Lemak dalam beras bisa mengalami oksidasi

Beras yang masih mempertahankan lebih banyak bagian lapisan luarnya memiliki komponen lemak yang lebih banyak dibanding beras putih yang sudah mengalami penggilingan lebih lanjut.

Seiring waktu, paparan oksigen dan kondisi penyimpanan tertentu dapat menyebabkan perubahan pada lemak tersebut. Proses oksidasi lemak dapat menghasilkan aroma yang terasa tengik atau kurang segar.

Namun, bukan berarti semua beras yang lama disimpan pasti akan berbau tengik. Kondisi penyimpanan dan jenis beras ikut menentukan seberapa cepat perubahan tersebut terjadi.

- Kelembapan bisa memengaruhi kualitas beras

Beras yang terpapar lingkungan lembap dapat menyerap kelembapan dari sekitarnya. Kondisi tersebut bisa membuat kualitas beras lebih mudah menurun dan dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme tertentu.

Itulah sebabnya beras sebaiknya disimpan dalam kondisi kering. Wadah yang basah atau tempat penyimpanan yang sering terkena uap juga sebaiknya dihindari.

- Beras juga bisa menyerap bau dari lingkungan

Perubahan aroma tidak selalu berasal dari beras itu sendiri. Jika disimpan dalam wadah yang tidak cukup tertutup, beras dapat menyerap aroma dari lingkungan sekitar.

Misalnya, beras bisa berada di dekat bumbu dapur, bawang, rempah, atau makanan lain yang memiliki aroma kuat. Akibatnya, ketika wadah dibuka, beras terasa memiliki bau berbeda meski belum tentu mengalami kerusakan.

Apakah beras yang berubah bau masih boleh dimasak?

Jangan menentukan kondisi beras hanya dari satu indikator. Aroma memang penting, tetapi sebaiknya periksa juga warna, kondisi butiran, ada tidaknya serangga, tanda kelembapan, jamur, serta kondisi wadah penyimpanannya.

Perhatikan apakah perubahan tersebut hanya berupa aroma yang sedikit berbeda atau disertai tanda lain yang mencurigakan.

Sebelum dimasak, periksa:

1. Aroma beras.
2. Warna butiran.
3. Kondisi dan tekstur butiran.
4. Ada tidaknya serangga.
5. Ada tidaknya jamur atau perubahan warna yang tidak normal.
6. Ada tidaknya gumpalan atau tanda kelembapan.
7. Kondisi wadah penyimpanan.

Dengan begitu, bau yang berbeda tidak langsung disamakan dengan beras yang sudah rusak.

Bedakan perubahan aroma dengan tanda beras sudah rusak

Kondisi berasYang terlihat atau terciumKemungkinan penyebabTindakan
Aroma sedikit berbeda, tetapi beras kering dan tampak normalBau tidak sama seperti saat baru dibeliPenyimpanan lama atau menyerap aroma sekitarPeriksa kondisi sebelum digunakan
Bau tengikAroma seperti minyak lama atau tidak segarOksidasi lemakSebaiknya tidak digunakan jika aromanya jelas dan menetap
Bau apek disertai kelembapanBeras terasa lembap atau menggumpalPaparan kelembapanJangan langsung dimasak; periksa lebih lanjut
Ada jamur atau perubahan warna mencurigakanBercak atau pertumbuhan yang tidak normalPertumbuhan mikroorganismeBuang
Banyak serangga atau tanda infestasiAda kutu, serangga, atau sisa aktivitasnyaHama penyimpananEvaluasi kondisi beras; jika terkontaminasi berat, buang
Beras kering dan normal, tetapi menyerap bau wadahAroma lingkungan menempelKondisi penyimpananPindahkan ke wadah yang bersih dan kering

 

Bau yang berubah sedikit tidak otomatis menunjukkan kerusakan. Sebaliknya, beras yang berbau tidak biasa dan disertai kelembapan, jamur, atau perubahan fisik lain sebaiknya tidak dipaksakan untuk digunakan.

Kenapa beras putih dan beras merah bisa berbeda daya simpannya?

Jenis beras juga ikut memengaruhi perubahan kualitas selama penyimpanan. Beras putih telah mengalami penggilingan lebih banyak sehingga sebagian lapisan luarnya terlepas, sedangkan beras merah masih mempertahankan lebih banyak bagian tersebut.

Lapisan luar beras mengandung lebih banyak komponen, termasuk lemak, sehingga beras merah umumnya lebih sensitif terhadap perubahan kualitas selama penyimpanan dibanding beras putih.

Karena itu, cara penyimpanan beras merah dan beras putih tidak selalu bisa disamakan begitu saja. Lama penyimpanan juga sebaiknya mengikuti kondisi produk dan lingkungan, bukan memakai satu angka yang dianggap berlaku untuk semua jenis beras.

Faktor yang membuat bau beras lebih cepat berubah

Beberapa kondisi penyimpanan dapat mempercepat perubahan kualitas beras.

FaktorDampaknya pada beras
Suhu tinggiDapat mempercepat penurunan kualitas
Paparan udaraDapat mempercepat proses oksidasi
KelembapanMeningkatkan risiko penurunan kualitas dan pertumbuhan mikroorganisme
Wadah tidak tertutupMemungkinkan beras menyerap aroma lingkungan
Sinar langsungDapat memengaruhi kualitas selama penyimpanan
Penyimpanan terlalu lamaMemberi lebih banyak waktu bagi perubahan kualitas terjadi

 

Karena itu, bukan hanya lama penyimpanan yang perlu diperhatikan. Kondisi tempat beras disimpan juga punya pengaruh terhadap kualitasnya.

Cara menyimpan beras agar aromanya tidak cepat berubah

1. Gunakan wadah yang bersih dan kering

Wadah penyimpanan sebaiknya tidak hanya tertutup, tetapi juga benar-benar bersih dan kering.

Langkah:

1. Cuci wadah sebelum digunakan jika memang perlu dibersihkan.
2. Pastikan seluruh bagian wadah sudah kering.
3. Pastikan tidak ada sisa aroma makanan atau bumbu dari penggunaan sebelumnya.
4. Masukkan beras ke dalam wadah.
5. Tutup wadah dengan baik setelah mengambil beras.

Jangan langsung menuangkan stok baru ke wadah yang masih menyimpan sisa beras lama tanpa membersihkannya terlebih dahulu.

2. Simpan di tempat sejuk dan kering

Tempat penyimpanan juga perlu diperhatikan.

Langkah:

1. Pilih tempat yang kering.
2. Jauhkan beras dari kompor.
3. Hindari area yang terkena uap saat memasak.
4. Jauhkan dari sinar matahari langsung.
5. Pastikan area penyimpanan tidak mudah terkena air.

Tujuannya menjaga kondisi beras tetap kering dan tidak terlalu sering terpapar panas atau kelembapan.

3. Jangan mencampur stok baru dengan stok lama

Mencampur stok baru dan lama membuat waktu penyimpanan masing-masing sulit dilacak.

Langkah:

1. Periksa beras yang masih tersimpan.
2. Gunakan stok lama terlebih dahulu.
3. Setelah wadah kosong, bersihkan dan keringkan.
4. Baru masukkan stok beras berikutnya.

Cara ini juga memudahkan pengecekan kondisi beras karena satu wadah tidak berisi stok dengan waktu penyimpanan yang berbeda.

4. Periksa beras sebelum dimasak

Jangan langsung mencuci beras hanya karena waktunya memasak. Luangkan waktu untuk melihat kondisinya terlebih dahulu.

Langkah:

1. Buka wadah dan perhatikan aromanya.
2. Lihat warna butiran beras.
3. Periksa apakah ada serangga.
4. Perhatikan apakah ada gumpalan atau tanda kelembapan.
5. Cari bercak atau pertumbuhan yang tidak normal.
6. Jika ada perubahan yang mencurigakan, jangan mengandalkan pencucian untuk membuat beras kembali aman.

Apakah mencuci beras bisa menghilangkan bau?

Mencuci beras dapat membantu menghilangkan sebagian debu, kotoran permukaan, atau aroma ringan yang hanya menempel di bagian luar. Namun, mencuci tidak otomatis mengembalikan kualitas beras yang sudah mengalami kerusakan.

Jika beras memiliki aroma tengik yang kuat dan menetap, sudah berjamur, lembap, atau menunjukkan tanda kerusakan lain, jangan mengandalkan pencucian berkali-kali agar beras kembali layak digunakan.

Jadi, menghilangkan bau dan memperbaiki kualitas beras adalah dua hal yang berbeda.

Jangan lakukan ini saat menyimpan beras

- Jangan menyimpan beras dalam wadah yang masih basah.
- Jangan meletakkan beras dekat kompor atau sumber uap.
- Jangan mencampur stok baru dengan stok lama.
- Jangan membiarkan wadah terbuka terlalu lama.
- Jangan menyimpan beras di tempat yang mudah terkena air.
- Jangan hanya mengandalkan tanggal pembelian untuk menilai kondisi beras.

Kapan beras yang berubah bau sebaiknya dibuang?

Perubahan aroma perlu dilihat bersama kondisi beras lainnya. Jika ada beberapa tanda kerusakan sekaligus, jangan mencoba mempertahankan beras hanya karena bagian luarnya masih terlihat normal.

Sebaiknya jangan digunakan jika:

- Muncul bau tengik yang kuat dan menetap.
- Terdapat jamur atau perubahan warna yang tidak normal.
- Beras menjadi lembap atau menunjukkan tanda kerusakan.
- Terdapat infestasi serangga yang berat.
- Kondisi beras membuat kualitasnya diragukan.

Jangan buru-buru menyimpulkan rusak jika:

- Hanya aromanya sedikit berbeda.
- Beras tetap kering.
- Tidak ada jamur.
- Tidak ada perubahan warna mencurigakan.
- Aroma kemungkinan berasal dari wadah atau lingkungan sekitar.

Tetap perlu diingat, tidak ada satu ciri yang bisa memastikan kondisi beras hanya dari bau saja. Aroma perlu dilihat bersama kondisi fisik dan cara penyimpanannya.

FAQ

1. Apakah beras yang lama disimpan pasti berubah bau?

Tidak. Perubahan aroma dipengaruhi oleh jenis beras, lama penyimpanan, suhu, kelembapan, paparan udara, dan kondisi wadah.

2. Kenapa beras merah lebih mudah berubah kualitas?

Beras merah masih mempertahankan lebih banyak lapisan luar dibanding beras putih. Bagian tersebut mengandung lebih banyak komponen lemak sehingga beras merah umumnya lebih sensitif terhadap perubahan kualitas selama penyimpanan.

3. Apakah beras yang menyerap bau bawang berarti sudah rusak?

Belum tentu. Beras bisa menyerap aroma dari lingkungan tanpa mengalami kerusakan. Periksa juga kondisi fisiknya sebelum digunakan.

4. Apakah wadah plastik boleh digunakan untuk menyimpan beras?

Bisa digunakan selama wadah tersebut bersih, kering, sesuai untuk penyimpanan makanan, dan dapat ditutup dengan baik. Kondisi wadah lebih penting daripada sekadar bahannya.

5. Apakah beras perlu dipindahkan ke wadah kedap udara?

Wadah yang dapat ditutup dengan baik membantu mengurangi paparan udara, kelembapan, hama, dan aroma dari lingkungan. Namun, wadah tetap harus dalam kondisi bersih dan benar-benar kering sebelum digunakan.