Bagian bawah wajan penuh kerak hitam, begini langkah membersihkannya sesuai bahan

Bagian bawah wajan penuh kerak hitam, begini langkah membersihkannya sesuai bahan
Membersihkan kerak hitam wajan | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Bagian dalam wajan biasanya lebih sering dibersihkan setelah memasak, sedangkan bagian bawahnya kerap luput dari perhatian. Lama-kelamaan, dasar wajan bisa dipenuhi noda kecokelatan, kerak minyak, hingga lapisan hitam yang sulit dihilangkan meski sudah dicuci dengan sabun.

Kerak tersebut dapat terbentuk dari cipratan minyak dan sisa masakan yang terus terkena panas saat wajan digunakan. Namun, membersihkannya tidak bisa asal digosok karena wajan stainless steel, aluminium, dan antilengket memiliki karakter permukaan berbeda. Pemilihan spons dan bahan pembersih perlu disesuaikan agar kerak berkurang tanpa merusak permukaannya.

Kenali jenis kerak hitam di bagian bawah wajan

Sebelum mulai membersihkan, perhatikan dulu kondisi noda yang menempel. Sebab, tidak semua bagian yang terlihat hitam merupakan kerak yang bisa diangkat dengan cara digosok.

Noda minyak kecokelatan biasanya terasa agak lengket ketika disentuh. Sementara itu, kerak hitam yang sudah lama menumpuk cenderung lebih kering, tebal, dan keras karena residunya berulang kali terkena panas.

Ada juga wajan yang mengalami perubahan warna akibat paparan suhu tinggi. Kondisi ini bisa terlihat seperti noda hitam atau kecokelatan, tetapi sebenarnya bukan lapisan kotoran yang menempel. Karena itu, jangan langsung menggosok permukaannya dengan alat kasar hanya karena warnanya belum kembali seperti semula.

Periksa bahan wajan sebelum membersihkan kerak

Jenis material menjadi hal penting sebelum menentukan alat dan cairan pembersih. Wajan stainless steel, aluminium, dan antilengket memiliki ketahanan berbeda terhadap gesekan maupun bahan kimia.

- Stainless steel: umumnya bisa dibersihkan dengan sabun cuci piring dan spons lembut. Hindari menggosok terlalu keras jika tidak ingin permukaannya tergores.
- Aluminium: lebih mudah tergores dan dapat bereaksi terhadap bahan pembersih yang terlalu asam atau basa kuat. Gunakan sabun ringan dan spons lembut sebagai pilihan awal.
- Antilengket: bagian luarnya belum tentu memiliki lapisan yang sama dengan bagian dalam. Periksa petunjuk produsen sebelum menggunakan pembersih tambahan atau alat penggosok.

Jika jenis material atau lapisan wajan tidak diketahui, sebaiknya mulai dengan air hangat, sabun ringan, dan kain lembut.

Langkah membersihkan kerak hitam di bawah wajan

Membersihkan kerak tidak harus langsung menggunakan bahan yang keras. Mulailah dengan sabun cuci piring dan air hangat untuk membantu melunakkan residu minyak yang menempel.

1. Pastikan wajan sudah dingin. Jangan langsung membersihkan atau merendam wajan setelah digunakan ketika suhunya masih tinggi. Perubahan suhu mendadak bisa memengaruhi material tertentu.
2. Angkat sisa minyak dan kotoran lepas. Gunakan tisu dapur atau kain untuk menyeka bagian bawah wajan. Langkah ini membantu mengurangi minyak sebelum proses pencucian.
3. Siapkan air hangat dan sabun cuci piring. Campurkan sedikit sabun ke dalam air hangat. Hindari menggunakan air yang terlalu panas, terutama jika belum mengetahui ketahanan lapisan wajan.
4. Basahi bagian yang berkerak. Tempelkan kain atau spons lembut yang sudah dibasahi larutan sabun pada dasar wajan. Diamkan beberapa saat agar residu lebih mudah dilunakkan.
5. Gosok menggunakan spons sesuai bahan. Bersihkan dengan gerakan memutar secara perlahan. Jangan menekan terlalu kuat atau menggunakan benda tajam untuk mencongkel kerak.
6. Bilas dan periksa permukaannya. Jika masih ada kerak, ulangi proses secara bertahap. Untuk noda membandel, gunakan pembersih khusus yang memang sesuai dengan material wajan dan petunjuk produsennya.
7. Keringkan sebelum disimpan. Bilas sisa sabun hingga bersih, kemudian lap seluruh bagian wajan menggunakan kain kering.

Air hangat dan sabun ringan merupakan tahap awal, bukan jaminan semua kerak lama langsung hilang. Jika warna hitam tetap terlihat setelah permukaan bersih, bisa jadi sebagian merupakan perubahan warna akibat panas.

Panduan memilih pembersih berdasarkan bahan wajan

Supaya tidak salah menggunakan alat penggosok, perhatikan perbedaan perawatan setiap jenis wajan berikut.

Jenis wajan Pembersih dan alat yang disarankan Hal yang perlu dihindari
Stainless steel Air hangat, sabun cuci piring, spons lembut atau nonabrasif. Penggosokan terlalu keras yang bisa meninggalkan goresan.
Aluminium Sabun ringan, air hangat, kain atau spons lembut. Pembersih asam atau basa kuat dan gesekan agresif.
Antilengket Air hangat, sabun ringan, spons lembut. Sabut kawat, sikat kasar, dan bubuk abrasif.
Wajan dengan lapisan luar khusus Kain lembut dan pembersih sesuai petunjuk produsen. Bahan kimia keras yang belum dipastikan kecocokannya.

 

Baking soda, cuka, dan jeruk nipis juga kerap digunakan untuk membersihkan peralatan dapur. Namun, bahan tersebut tidak otomatis cocok untuk semua jenis wajan. Periksa petunjuk perawatan terlebih dahulu sebelum menggunakannya, terutama pada wajan aluminium dan wajan dengan lapisan khusus.

Hindari alat dan bahan yang bisa merusak permukaan wajan

Kerak yang sudah mengeras memang membuat proses pembersihan lebih sulit. Namun, menggosoknya dengan alat sembarangan justru bisa meninggalkan goresan atau merusak lapisan pelindung.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari:

- Sabut kawat: dapat menggores aluminium dan permukaan wajan yang memiliki lapisan khusus.
- Pisau atau benda tajam: jangan digunakan untuk mencongkel kerak karena bisa mengikis permukaan.
- Pembersih oven: belum tentu cocok untuk material dan lapisan wajan. Gunakan hanya jika label produk secara jelas menyatakan aman untuk permukaan tersebut.
- Campuran cairan pembersih: jangan mencampurkan pemutih dengan cuka atau pembersih asam karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
- Menggosok wajan panas: selain berisiko menyebabkan luka bakar, perubahan suhu mendadak juga bisa memengaruhi material tertentu.

Jika kerak belum terangkat setelah beberapa kali dibersihkan dengan sabun, lebih baik mencari pembersih khusus yang sesuai daripada terus meningkatkan tekanan saat menggosok.

Bagan alur memilih metode pembersihan bawah wajan

Periksa bagian bawah wajan
↓
Kenali bahan wajan
↓
Apakah material diketahui?
Ya
Periksa petunjuk perawatan
Tidak
Gunakan metode paling lembut
↓
Pilih spons dan pembersih yang sesuai material
↓
Basahi kerak dengan air hangat dan sabun ringan
↓
Gosok perlahan
↓
Bilas dan periksa hasilnya
↓
Masih ada kerak?
Ya
Ulangi dengan hati-hati atau gunakan pembersih khusus yang sesuai
Tidak
Keringkan wajan

 

Kebiasaan sederhana agar bawah wajan tidak cepat berkerak

Kerak hitam lebih mudah menumpuk ketika cipratan minyak dan sisa masakan dibiarkan berulang kali terkena panas. Karena itu, bagian bawah wajan juga perlu diperhatikan setelah selesai memasak.

- Bersihkan cipratan minyak setelah wajan dingin agar tidak terus menumpuk.
- Jangan hanya mencuci bagian dalam, periksa juga dasar dan sisi luar wajan.
- Gunakan api sesuai ukuran dasar wajan agar nyala api tidak menjalar berlebihan ke sisi luar.
- Pastikan bagian bawah wajan kering sebelum disimpan.
- Bersihkan noda yang masih baru sebelum berubah menjadi lapisan yang lebih sulit diangkat.

FAQ seputar kerak hitam di bawah wajan

1. Apakah kerak hitam di bawah wajan bisa dibersihkan dengan baking soda?

Baking soda dapat digunakan pada beberapa permukaan yang kompatibel, tetapi tidak cocok untuk semua jenis wajan. Periksa petunjuk produsen dan jangan menggosoknya terlalu keras karena butirannya bisa bersifat abrasif.

2. Apakah kerak hitam di bawah wajan berbahaya?

Kerak di bagian luar tidak otomatis membuat makanan menjadi berbahaya. Namun, residu yang menumpuk bisa mengotori kompor, menimbulkan bau ketika dipanaskan, atau terlepas saat wajan digunakan. Karena itu, bagian luar tetap perlu dibersihkan.

3. Mengapa bagian bawah wajan tetap hitam meski sudah digosok?

Warna yang tersisa mungkin merupakan perubahan warna logam akibat paparan panas, bukan kotoran yang masih menempel. Kerak lama juga bisa membutuhkan pembersih khusus yang sesuai dengan materialnya.

4. Apakah semua wajan boleh dibersihkan menggunakan cuka?

Tidak. Cuka bersifat asam dan dapat bereaksi dengan beberapa material, termasuk aluminium. Hindari menggunakannya tanpa memastikan kecocokan dengan bahan serta lapisan wajan.

5. Kapan wajan sebaiknya tidak digunakan lagi?

Perhatikan kondisi keseluruhan wajan, bukan hanya noda hitam di bagian bawah. Jika lapisan antilengket mengelupas, permukaan terkelupas hingga logam dasar, atau wajan mengalami perubahan bentuk yang mengganggu kestabilannya, pertimbangkan untuk menggantinya sesuai kondisi kerusakan.

 

(brl/tin)

Video

Selengkapnya
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas