Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?

Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?
cara cek stainless steel asli | foto: Instagram @kreatifams

Brilio.net - Memilih alat masak yang aman untuk kesehatan bukan sekadar soal tampilan. Satu cara sederhana yang bisa dilakukan siapa saja untuk menguji keaslian bahan stainless steel adalah dengan menggunakan magnet, alat yang mudah ditemukan di rumah.

Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?

Cara cek stainless steel asli
foto: Instagram/@kreatifams

Metode ini dibagikan oleh kreator konten Instagram @kreatifams, yang menguji beberapa sendok dan gelas miliknya dan mendapatkan hasil yang cukup mengejutkan.

Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?

Cara cek stainless steel asli
foto: Instagram/@kreatifams

Uji Magnet: Cara Mudah Kenali Stainless Steel Asli

Dalam videonya, kreator @kreatifams menempelkan magnet ke beberapa sendok dan gelas yang ia pakai sehari-hari.

"Ternyata kita bisa mengecek bahan stainless asli atau palsu menggunakan magnet," tulisnya dalam video, dikutip BrilioFood dari Instagram @kreatifams, Kamis (12/3/2026).

Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?

Cara cek stainless steel asli
foto: Instagram/@kreatifams

Saat ia menempelkan magnet yang biasanya untuk jilbab di sendok, magnet itu melekat kuat alias tidak jatuh. Ia kemudian mencoba gelas di bagian dalam, dan magnet terasa longgar atau tidak menempel kuat. Dari pengujian tersebut, ia menyimpulkan, "Jika stainless asli yang food grade, magnet tidak kuat menempel."

Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?

Cara cek stainless steel asli
foto: Instagram/@kreatifams

Kenapa Stainless Steel Bisa Tetap Menempel ke Magnet?

Tidak semua stainless steel bersifat non-magnetik. Ini bergantung pada struktur kristal logam yang terbentuk dari komposisi kimianya.

Stainless steel terbagi dalam beberapa kategori berdasarkan struktur metalurginya:

- Austenitic (seri 300, termasuk 304 dan 316): Mengandung nikel tinggi, memiliki struktur kristal yang secara alami tidak magnetik atau sangat lemah magnetnya. Ini jenis yang paling aman untuk kontak makanan.
- Ferritic (seri 400): Mengandung lebih banyak besi dan rendah nikel, bersifat magnetik. Sering digunakan pada peralatan dapur dengan harga lebih terjangkau.
- Martensitic: Juga magnetik, umumnya dipakai untuk pisau atau komponen yang butuh kekerasan tinggi.

Jadi, ketika magnet menempel kuat pada sendok atau gelas maupun alat dapur lain, besar kemungkinan bahan yang digunakan adalah stainless steel jenis ferritic atau campuran besi biasa—bukan stainless austenitic grade 304 atau 316 yang direkomendasikan untuk peralatan makan.

Perbedaan Keamanan Stainless Steel Asli vs Campuran untuk Alat Makan

Dari sisi kesehatan, perbedaan antara stainless steel food grade dan campuran non-food grade cukup signifikan.

Stainless Steel Food Grade (304 / 316):
- Tidak mudah berkarat meski sering kontak dengan air, garam, dan asam makanan
- Tidak melepaskan logam berat berbahaya ke makanan dalam kondisi normal
- Permukaan stabil dan tidak bereaksi dengan makanan asam seperti jus lemon atau cuka
- Tahan terhadap suhu tinggi saat dimasak

Stainless Steel Campuran / Kualitas Rendah:
- Lebih rentan berkarat terutama saat terkena cairan asam atau garam
- Berpotensi melepaskan elemen logam dalam kadar tidak aman jika bahan dasarnya tidak memenuhi standar food grade
- Pada campuran dengan aluminium atau besi biasa, risiko pelepasan logam ke makanan semakin tinggi saat dipanaskan

Jenis-Jenis Stainless Steel yang Perlu Diketahui

Stainless Steel 304

Disebut juga 18/8 (18% kromium, 8% nikel). Ini standar paling umum untuk peralatan makan dan masak. Tahan karat, tidak magnetik, dan aman untuk kontak makanan. Kreator @kreatifams merekomendasikan jenis ini sebagai pilihan utama.

Stainless Steel 316

Disebut juga 18/10, mengandung tambahan molibdenum yang membuatnya lebih tahan terhadap korosi, terutama dari garam dan bahan kimia. Lebih aman untuk penggunaan jangka panjang dan sering dipakai di industri medis dan pangan skala besar.

Stainless Steel 430

Jenis ferritic dengan kandungan nikel rendah. Bersifat magnetik dan lebih terjangkau. Bisa digunakan untuk peralatan dapur tertentu tetapi tidak direkomendasikan untuk kontak langsung dengan makanan asam atau dalam jangka panjang.

Stainless Steel 201

Menggunakan mangan sebagai pengganti nikel sehingga harganya lebih murah. Ketahanan korosinya lebih rendah dibanding 304 dan tidak ideal untuk peralatan makan jangka panjang.

Perbedaan Stainless Steel dan Aluminium untuk Peralatan Dapur

Stainless steel dan aluminium adalah dua bahan dominan dalam peralatan dapur. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Stainless Steel:
- Lebih berat dan lebih tahan lama
- Tidak bereaksi dengan makanan asam
- Pemanasan lebih lambat tapi merata jika berlapis (tri-ply)
- Tidak perlu pelapis tambahan, permukaan stabil
- Tahan goresan dan benturan

Aluminium:
- Lebih ringan dan murah
- Konduktor panas yang sangat baik, memanaskan makanan lebih cepat dan merata
- Aluminium murni tanpa pelapis bisa bereaksi dengan makanan asam dan melepaskan partikel aluminium
- Aluminium anodized atau berlapis lebih aman karena permukaannya sudah distabilkan
- Lebih mudah penyok dan tergores

Alat Masak dan Makan: Mana yang Pakai Stainless, Mana yang Pakai Aluminium?

Umumnya menggunakan Stainless Steel:
- Sendok, garpu, pisau makan (cutlery)
- Gelas dan cangkir tumbler
- Panci dan wajan premium
- Termos dan botol minum
- Tempat penyimpanan makanan (food container)
- Saringan, parutan, dan peralatan persiapan makanan

Umumnya menggunakan Aluminium:
- Wajan tipis dan panci masak rumahan kelas menengah
- Loyang kue dan cetakan roti
- Dandang atau kukusan
- Perkakas memasak skala industri karena efisiensi panas
- Panci bagian dalam rice cooker

Banyak produk saat ini mengombinasikan keduanya. Misalnya, panci stainless berlapis aluminium di tengah (tri-ply) untuk mendapatkan efisiensi panas aluminium sekaligus keamanan permukaan stainless steel.

Rekomendasi dari Kreator Konten

Berdasarkan hasil uji yang dilakukan @kreatifams, ia menyarankan konsumen untuk memilih peralatan makan dengan kode:

- Stainless 304 — untuk penggunaan sehari-hari, food grade, tidak magnetik, harga terjangkau
- Stainless 316 — untuk kebutuhan jangka panjang atau penggunaan intensif, lebih tahan korosi

Cara cek stainless steel asli atau palsu pakai magnet, aman dipakai untuk alat masak dan makan?

Cara cek stainless steel asli
foto: Instagram/@kreatifams

Cara paling mudah sebelum membeli: tempelkan magnet. Jika tidak menempel atau sangat longgar, kemungkinan besar produk tersebut menggunakan stainless austenitic yang food grade.

FAQ Alat Masak dan Makan Stainless Steel

1. Apakah alat makan stainless steel yang menempel magnet berbahaya untuk dipakai?

Tidak otomatis berbahaya, tapi menunjukkan bahwa bahan yang digunakan kemungkinan bukan jenis austenitic food grade seperti 304 atau 316. Alat makan berbahan ferritic (magnetik) masih bisa dipakai, namun kurang direkomendasikan untuk kontak panjang dengan makanan asam atau penggunaan intensif jangka lama.

2. Di mana biasanya kode stainless (304, 316) tertera pada produk?

Kode bahan biasanya tercetak atau terukir di bagian bawah produk, pada kemasan, atau di label produk. Jika tidak ada keterangan sama sekali, itu bisa menjadi pertanda bahwa produsen tidak menjamin standar food grade. Selalu minta informasi spesifikasi bahan saat membeli.

3. Apakah panci atau wajan stainless steel bisa digunakan di kompor induksi?

Ya, tapi hanya jenis yang bersifat magnetik. Kompor induksi bekerja dengan prinsip elektromagnetik sehingga membutuhkan peralatan yang bisa ditarik magnet. Panci stainless 304 atau 316 murni tidak bisa digunakan di kompor induksi kecuali memiliki lapisan bawah dari baja magnetik. Beberapa produk secara eksplisit mencantumkan label "induction ready".

4. Bagaimana cara merawat alat makan stainless steel agar tidak berkarat?

Meski lebih tahan korosi, stainless steel tetap perlu dirawat dengan benar. Hindari merendam terlalu lama dalam air garam atau larutan asam. Keringkan segera setelah dicuci. Gunakan spons lembut—bukan sabut besi yang bisa menggores permukaan dan membuatnya lebih mudah teroksidasi. Hindari pula pemutih (bleach) karena bisa merusak lapisan pelindung oksidanya.

5. Apakah peralatan masak berlapis teflon lebih aman dibanding stainless steel?

Keduanya memiliki risiko berbeda. Teflon aman saat digunakan dalam suhu normal, tetapi pada suhu sangat tinggi (di atas 260°C) lapisannya bisa terdegradasi dan berpotensi melepaskan senyawa berbahaya.

Stainless steel food grade tidak memiliki lapisan yang bisa terkelupas. Pilihan terbaik bergantung pada gaya memasak: stainless cocok untuk masakan dengan suhu atau tekanan tinggi, teflon lebih praktis untuk memasak rendah lemak dan mudah dibersihkan.

 

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas