Cara mengusir nyamuk tanpa obat kimia, cukup pakai serai, kopi, dan garam
Diperbarui 8 Mei 2026, 10:50 WIB
Diterbitkan 8 Mei 2026, 09:00 WIB

Malam hari seharusnya jadi waktu istirahat terbaik. Tapi kalau nyamuk sudah mulai berdengung, semua kenyamanan itu terasa terganggu. Banyak keluarga akhirnya mencari cara praktis yang bisa langsung dilakukan tanpa harus keluar rumah membeli obat nyamuk.
Salah satu solusi yang ternyata sudah lama dipraktikkan secara turun-temurun adalah memanfaatkan bahan-bahan yang ada di dapur. Tidak hanya efektif sebagai penyedap masakan, rempah dan bumbu dapur ternyata punya aroma khas yang cukup ampuh mengusir nyamuk secara alami.
Pengalaman Nyata dari Ibu Rumah Tangga
Bukan sekadar teori, cara ini sudah lama dipraktikkan langsung oleh para ibu rumah tangga. Ibu Josi (63) dari Kabupaten Kepulauan Aru menjadi salah satu contohnya.
"Saya sudah lama pakai cara ini di rumah, nyamuk jadi lebih jarang muncul terutama di malam hari," ungkapnya sebagaimana dilansir BrilioFood dari Liputan6, Jumat (8/5/2026).
Yang menarik, metode ini tidak membutuhkan tambahan biaya sama sekali. Seperti yang ditambahkan Ibu Josi, "Bahannya gampang sekali dicari di dapur, jadi tidak perlu keluar biaya tambahan untuk beli obat nyamuk."
Kemudahan inilah yang membuat metode dapur ini kembali relevan di era modern — bahkan di tengah banyaknya produk antinyamuk komersial yang beredar di pasaran.
Mengapa Rempah Dapur Bisa Mengusir Nyamuk?
Nyamuk sangat mengandalkan indera penciumannya untuk menemukan sumber makanan. Beberapa rempah seperti serai, kopi, dan bawang putih mengandung senyawa aromatic yang mengganggu sistem navigasi penciuman nyamuk. Serai, misalnya, mengandung citronellal dan geraniol — dua senyawa yang dikenal sebagai repelen alami serangga dan bahkan digunakan sebagai bahan aktif dalam produk antinyamuk komersial berbasis alami.
Pendekatan berbasis rempah ini juga jauh lebih aman digunakan di ruangan tertutup dibandingkan semprotan kimia, terutama untuk keluarga yang punya anak kecil atau anggota keluarga dengan kondisi pernapasan sensitif.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
Semua bahan di bawah ini umumnya sudah tersedia di dapur rumah tangga:
- Serai (beberapa batang)
- Bubuk kopi
- Cairan pewangi pakaian (1 bungkus sachet)
- Garam
Untuk alatnya, cukup siapkan:
- Beberapa lembar tisu sebagai alas
- Piring kecil
- Lilin (opsional, untuk membantu menyebarkan aroma)
Cara Membuat Ramuan Pengusir Nyamuk dari Bahan Dapur
Berikut langkah-langkahnya secara berurutan:
Langkah 1 — Siapkan serai
Potong serai menjadi bagian-bagian kecil. Semakin kecil potongannya, semakin mudah aroma serai terlepas ke udara.
Langkah 2 — Campurkan semua bahan
Masukkan potongan serai, sejumput garam, bubuk kopi, dan sedikit cairan pewangi pakaian ke dalam satu wadah. Aduk hingga semua bahan tercampur rata.
Langkah 3 — Susun di atas piring
Siapkan tisu di atas piring kecil, lalu tuangkan campuran bahan tadi di atasnya. Tisu berfungsi sebagai alas sekaligus membantu menyerap dan menyebarkan aroma secara perlahan.
Langkah 4 — Tempatkan di sudut ruangan
Letakkan piring tersebut di sudut-sudut ruangan yang sering menjadi titik kumpul nyamuk — seperti di dekat jendela, di bawah meja, atau di pojok kamar tidur.
Langkah 5 — Biarkan aroma bekerja
Tidak perlu tambahan apapun. Biarkan perpaduan aroma serai, kopi, garam, dan molto menciptakan lingkungan yang secara alami tidak disukai nyamuk.
Tips tambahan: Kalau ingin efek yang lebih kuat, nyalakan lilin di dekat piring tersebut. Panas dari lilin akan membantu menguapkan aroma lebih cepat ke seluruh ruangan.
Bahan Dapur Lain yang Juga Bisa Dipakai
Selain kombinasi di atas, ada beberapa bahan dapur lain yang dikenal punya efek serupa:
Bawang putih mengandung allicin, senyawa belerang yang baunya sangat tidak disukai nyamuk. Bisa ditumbuk kasar dan diletakkan di sudut ruangan.
Jeruk nipis dan cengkeh adalah kombinasi klasik yang sudah lama dipakai. Belah jeruk nipis menjadi dua, tancapkan beberapa batang cengkeh di permukaannya, lalu letakkan di area yang sering dihinggapi nyamuk.
Minyak kayu manis mengandung cinnamaldehyde yang efektif sebagai repelen serangga. Teteskan beberapa tetes ke kapas atau diffuser alami di ruangan.
Penting: Tetap Jalankan Prinsip 3M
Ramuan dapur di atas efektif untuk mengusir nyamuk yang sudah ada di dalam ruangan. Tapi untuk mencegah nyamuk berkembang biak, kunci utamanya tetap pada kebersihan lingkungan sekitar rumah.
Terapkan prinsip 3M secara rutin:
- Menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali
- Menutup rapat semua wadah yang bisa menampung air
- Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan
Menggabungkan metode ramuan dapur dengan kebiasaan 3M ini akan memberikan perlindungan yang jauh lebih menyeluruh.
Tanaman Pengusir Nyamuk untuk Pelengkap
Selain ramuan dapur, menanam beberapa jenis tanaman di sekitar rumah juga bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan. Beberapa tanaman yang dikenal efektif antara lain serai wangi (citronella), lavender, marigold, daun mint, catnip, dan zodia. Aroma alami dari tanaman-tanaman ini secara konsisten terbukti tidak disukai nyamuk.
FAQ
1. Seberapa sering campuran bahan dapur ini perlu diganti?
Sebaiknya diganti setiap 2–3 hari sekali, atau ketika aroma sudah tidak tercium lagi. Bahan-bahan organik seperti serai dan kopi akan kehilangan efektivitasnya seiring waktu, terutama di ruangan yang punya sirkulasi udara baik.
2. Apakah ramuan ini aman untuk bayi dan anak kecil?
Secara umum, ya — karena tidak mengandung bahan kimia sintetis. Namun sebaiknya jangan meletakkan piring terlalu dekat dengan jangkauan anak-anak, terutama jika menggunakan lilin. Untuk keamanan ekstra, pastikan ruangan tetap berventilasi baik.
3. Bisakah campuran ini digunakan di luar ruangan seperti teras atau halaman?
Bisa, tapi efektivitasnya akan berkurang karena angin akan menyebarkan aroma terlalu cepat. Untuk area luar ruangan, kombinasi tanaman pengusir nyamuk akan lebih efektif sebagai penopang.
4. Apakah aroma kopi dan cairan pewangi pakaian tidak mengganggu kenyamanan tidur?
Kebanyakan orang tidak merasa terganggu karena aroma yang dihasilkan cukup lembut. Namun jika sensitif terhadap bau-bauan tertentu, cobalah letakkan piring lebih jauh dari tempat tidur, misalnya di dekat pintu atau jendela.
5. Apakah ada risiko efek samping jika menghirup aroma ramuan ini terlalu lama?
Bahan-bahan ini pada dasarnya adalah bahan makanan alami, jadi aman untuk dihirup dalam jangka panjang. Yang perlu diperhatikan hanya penggunaan lilin — pastikan tidak ditinggal menyala tanpa pengawasan untuk menghindari risiko kebakaran.
(brl/tin)
Source: liputan6.com /
Fadila Adelin
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan
pemeriksaan
dan kurasi oleh Editorial.
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas
Resep
Selengkapnya
35 Resep masakan daging sapi, enak, sederhana, mudah dibuat
07 / 05 / 2026 17:58 WIB
Resep telur dadar tahu lezat dan masak cepat, rasa bintang lima walau pakai bahan seadanya di kulkas
07 / 05 / 2026 18:11 WIB
Resep puding susu super lembut, cuma 20 menit, cocok jadi ide jualan
08 / 05 / 2026 10:00 WIB
















