Selama ini salah, begini cara mencuci wajan setelah memasak agar lebih awet, jangan siram saat panas

Selama ini salah, begini cara mencuci wajan setelah memasak agar lebih awet, jangan siram saat panas
mencuci wajan panas | foto ilustrasi: Gemini AI

Brilio.net - Setelah selesai memasak, biasanya muncul keinginan untuk langsung mencuci semua peralatan dapur supaya pekerjaan cepat beres. Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah menyiram wajan yang masih panas dengan air dingin agar sisa minyak dan kerak makanan lebih mudah dibersihkan.

Padahal kebiasaan tersebut justru bisa membuat umur wajan lebih pendek. Perubahan suhu yang terlalu drastis dapat memengaruhi bentuk logam maupun lapisan pelindungnya. Supaya wajan tetap awet, ada beberapa langkah sederhana yang lebih aman dilakukan setelah memasak.

Kenapa wajan panas tidak boleh langsung disiram air dingin?

Saat digunakan memasak, logam pada wajan akan memuai karena terkena suhu tinggi. Ketika langsung terkena air dingin, logam menyusut secara tiba-tiba sehingga mengalami thermal shock atau kejutan termal. Jika terjadi berulang kali, kondisi ini dapat membuat dasar wajan melengkung, lapisan anti lengket rusak, bahkan memicu retak pada beberapa jenis alat masak.

Dampak mencuci wajan saat masih panas

- Bagian bawah wajan dapat melengkung sehingga tidak lagi menempel rata di atas kompor.
- Lapisan anti lengket lebih cepat retak atau mengelupas.
- Panas saat memasak menjadi tidak merata.
- Wajan berbahan besi cor atau kaca tahan panas berisiko retak akibat perubahan suhu ekstrem.

1. Dinginkan wajan secara alami sebelum dicuci

Cara paling aman adalah membiarkan suhu wajan turun secara perlahan. Langkah ini membantu logam kembali ke suhu normal tanpa mengalami perubahan bentuk. Selain itu, lapisan anti lengket juga lebih terjaga sehingga tidak mudah rusak.

Bahan/alat

- Tatakan tahan panas

Langkah

1. Angkat wajan dari kompor setelah selesai digunakan.
2. Letakkan di atas tatakan tahan panas.
3. Biarkan hingga suhunya mendekati suhu ruang sebelum dicuci.

2. Seka sisa minyak selagi wajan masih hangat

Wajan yang masih hangat lebih mudah dibersihkan karena minyak belum mengeras sepenuhnya. Menyeka sisa lemak lebih dulu juga membuat penggunaan sabun menjadi lebih sedikit. Cara ini membantu proses mencuci menjadi lebih ringan tanpa harus menyiram air dingin.

Bahan/alat

- Tisu dapur atau kain dapur bersih

Langkah

1. Tunggu hingga wajan tidak terlalu panas.
2. Seka minyak dan sisa makanan menggunakan tisu dapur.
3. Buang tisu yang sudah digunakan sebelum proses pencucian.

3. Gunakan air hangat jika harus segera mencuci

Jika wajan harus dipakai kembali dalam waktu singkat, gunakan air hangat sebagai pengganti air dingin. Perbedaan suhu yang tidak terlalu jauh membantu mengurangi risiko thermal shock. Setelah itu, cuci seperti biasa menggunakan spons lembut.

Bahan/alat

- Air hangat
- Sabun cuci piring
- Spons lembut

Langkah

1. Siram wajan menggunakan air hangat.
2. Tuangkan sabun cuci piring secukupnya.
3. Gosok menggunakan sisi spons yang lembut.
4. Bilas hingga bersih lalu keringkan.

Hal yang sebaiknya dihindari

- Jangan langsung menyiram wajan panas menggunakan air dingin.
- Jangan memakai sabut besi pada wajan anti lengket.
- Jangan merendam wajan panas ke dalam bak berisi air dingin.
- Jangan menumpuk wajan yang masih panas dengan peralatan lain karena dapat menggores permukaannya.

FAQ

1. Apakah semua jenis wajan bisa mengalami thermal shock?

Ya, hampir semua wajan berbahan logam dapat mengalami thermal shock. Tingkat risikonya berbeda-beda tergantung bahan dan ketebalan wajannya.

2. Kenapa dasar wajan yang melengkung membuat masakan kurang matang merata?

Karena permukaan wajan tidak lagi menempel sempurna pada kompor, distribusi panas menjadi tidak merata sehingga ada bagian yang lebih cepat panas dibanding bagian lainnya.

3. Apakah air panas mendidih aman digunakan untuk mencuci wajan?

Sebaiknya gunakan air hangat, bukan air yang mendidih. Air hangat sudah cukup membantu melunakkan sisa makanan tanpa memberikan perubahan suhu yang terlalu ekstrem.

4. Bagaimana cara mengetahui lapisan anti lengket mulai rusak?

Biasanya permukaan mulai tampak tergores, kusam, mengelupas, atau makanan menjadi lebih mudah lengket saat dimasak.

5. Apakah wajan yang sudah melengkung masih aman dipakai?

Masih bisa digunakan jika tidak retak dan lapisan anti lengket masih utuh. Namun hasil memasak biasanya kurang merata sehingga sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti jika bentuknya sudah berubah cukup parah.

 

(brl/tin)
  • Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

    Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas

  • Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

    Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia

  • Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas

    Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas