Brilio.net - Api kompor yang biasanya berwarna biru cerah bisa berubah menjadi merah ketika burner dalam kondisi kotor. Perubahan ini sering dianggap sepele, padahal warna api yang tidak normal menunjukkan adanya masalah pada aliran gas dan oksigen yang tidak seimbang. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan memasak sehari-hari.

Api merah pada kompor gas tidak hanya membuat proses memasak jadi kurang maksimal, tetapi juga meninggalkan noda hitam pekat di bagian bawah panci atau wajan. Akibatnya, peralatan masak jadi terlihat kusam, cepat kotor, dan sulit dibersihkan. Masakan pun membutuhkan waktu lebih lama untuk matang karena panas yang dihasilkan tidak stabil.

Selain itu, burner kompor yang kotor berpotensi menumpuk kerak atau sisa masakan yang bisa menghambat jalannya gas. Lama-kelamaan, ini bisa menurunkan efisiensi kompor dan membuat konsumsi gas jadi lebih boros. Maka dari itu, penting untuk rutin membersihkan burner agar api tetap biru, stabil, dan masakan lebih cepat matang tanpa merusak peralatan masak.

Membersihkan tungku kompor ini tidak sulit, kok. Kamu cuma perlu merendamnya dalam cairan berisi bahan-bahan pembersih, seperti yang dilakukan pengguna Instagram @tari_ari_aja. Berikut bahan dan tutorialnya yang telah BrilioFood rangkum dari Instagram @tari_ari_aja pada Kamis (28/8).

Ubah api kompor merah jadi biru lagi.

1. Siapkan burner kompor.

Pertama-tama, lepas burner kompor dari dudukannya lalu taruh di dalam baskom yang ukurannya cukup besar. Pastikan tidak ada sisa minyak atau kotoran menempel di luar baskom supaya proses pembersihan lebih maksimal. Cara ini akan memudahkan kamu merendam burner tanpa khawatir air tumpah ke mana-mana.

2. Campurkan bahan pembersih.

foto: Instagram/@tari_ari_aja

Dalam baskom, masukkan 2 sendok makan sitrun, 2 sendok makan soda kue, dan 3 sendok makan sabun cuci piring. Kombinasi bahan ini ampuh banget mengangkat kerak membandel, minyak gosong, sampai noda hitam yang bikin api kompor jadi merah. Aduk sebentar biar semua bahan tercampur rata sebelum ditambah air panas.

3. Rendam dengan air panas.

foto: Instagram/@tari_ari_aja

Setelah campuran bahan siap, tuang air panas secukupnya hingga burner terendam seluruhnya. Biarkan direndam selama kurang lebih 1 jam supaya kerak yang menempel bisa melunak dan mudah dibersihkan nanti. Proses ini mirip “merendam cucian” tapi versi khusus untuk kompor gas.

4. Gosok dengan sabut kawat.

foto: Instagram/@tari_ari_aja

Kalau sudah direndam 1 jam, angkat burner lalu gosok menggunakan sabut kawat. Gosok perlahan tapi tegas pada bagian-bagian yang terlihat berkerak atau berubah warna. Biasanya noda hitam akan langsung rontok setelah terkena rendaman tadi.

5. Bilas dengan air mengalir.

Setelah digosok, bilas burner di bawah air mengalir sampai busa dan sisa kotoran benar-benar hilang. Pastikan tidak ada sabun atau bubuk soda kue yang masih menempel, karena bisa mengganggu nyala api kalau ikut terbakar. Bilasan yang bersih akan membuat burner lebih siap dipakai lagi.

6. Keringkan dan pasang kembali.

foto: Instagram/@tari_ari_aja

Langkah terakhir, keringkan burner dengan cara diangin-anginkan atau dilap pakai kain bersih. Jangan buru-buru memasang saat masih basah karena bisa berkarat. Setelah kering, pasang kembali ke kompor dan nyalakan—hasilnya, api akan lebih biru, stabil, dan masakan matang lebih cepat tanpa bikin panci gosong di bawahnya.

FAQ Jaga kualitas api kompor.

Api kompor yang stabil dan berwarna biru jadi tanda kalau pembakaran berlangsung sempurna. Supaya kualitas api tetap terjaga, ada beberapa hal penting yang sering jadi pertanyaan banyak orang saat merawat kompor gas.

1. Kenapa api kompor bisa mengecil meski tabung gas masih penuh?

Biasanya karena ada sumbatan pada burner atau selang gas yang tertekuk. Selain itu, regulator yang longgar juga bisa bikin tekanan gas berkurang sehingga api jadi kecil.

2. Apa penyebab api kompor kadang berbunyi mendesis?

Suara mendesis bisa muncul akibat aliran gas yang tidak lancar atau ada kebocoran kecil pada sambungan selang dan regulator. Kondisi ini sebaiknya segera dicek untuk mencegah risiko kebakaran.

3. Bagaimana cara menjaga agar lubang-lubang burner tidak cepat tersumbat?

Bersihkan burner secara rutin dengan sikat kecil atau tusuk gigi untuk mengangkat sisa makanan yang masuk ke lubangnya. Hindari menumpahkan masakan saat memasak karena bisa mempercepat penumpukan kerak.

4. Apakah pemakaian wajan atau panci berpengaruh ke kualitas api?

Iya, dasar panci atau wajan yang terlalu lebar dan menutupi aliran udara bisa membuat api jadi tidak sempurna. Sebaiknya gunakan peralatan masak dengan ukuran sesuai diameter tungku kompor.

5. Kenapa api kompor berubah kuning saat angin kencang?

Angin yang masuk ke arah tungku bisa mengganggu keseimbangan antara gas dan oksigen sehingga api berubah warna. Solusinya, gunakan kompor di tempat yang tidak terlalu terbuka agar api tetap stabil.