Brilio.net - Daging sapi dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang kaya nutrisi sekaligus memiliki cita rasa lezat. Kandungan proteinnya tinggi, ditambah zat besi dan vitamin penting, membuatnya jadi pilihan utama untuk berbagai hidangan. Namun, di balik keistimewaannya, daging sapi sering kali menghadirkan tantangan tersendiri saat diolah.
Banyak orang mengeluhkan teksturnya yang mudah jadi alot bila cara memasaknya kurang tepat. Alhasil, meski bumbu sudah meresap, daging tetap terasa keras dan sulit dikunyah. Kondisi ini tentu bisa mengurangi selera makan, apalagi kalau hidangan seharusnya dinikmati dengan tekstur empuk yang pas.
Sebagai solusi praktis, banyak orang memilih merebus daging sapi dalam waktu lama hingga berjam-jam. Tujuannya agar serat daging melembut dan lebih mudah diolah ke dalam berbagai menu.
Meski cara ini cukup efektif, sebenarnya ada banyak trik lain yang bisa dilakukan agar daging tetap empuk tanpa harus menunggu terlalu lama, salah satunya adalah metode dari pengguna Instagram @riniamanah15.
Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak ulasannya yang telah BrilioFood rangkum dari Instagram @riniamanah15 pada Selasa (26/8).
Trik masak daging antialot.
1. Potong daging sesuai kebutuhan.
foto: Instagram/@riniamanah15
Pertama, siapkan daging sapi lalu potong menjadi beberapa bagian. Sesuaikan ukuran potongan dengan jenis masakan yang mau dibuat, misalnya untuk rendang biasanya lebih besar, sedangkan untuk sop bisa lebih kecil. Pemotongan ini penting supaya daging lebih cepat empuk saat diproses.
2. Siapkan baskom berisi air bersih
Ambil baskom berukuran cukup besar, lalu isi dengan air bersih secukupnya. Pastikan jumlah air bisa merendam seluruh potongan daging. Langkah ini jadi dasar untuk membuat larutan perendam daging yang bikin teksturnya lebih lembut.
3. Tambahkan garam dan cuka.
foto: Instagram/@riniamanah15
Masukkan garam dan cuka ke dalam air di baskom, lalu aduk hingga benar-benar larut. Garam berfungsi melunakkan serat daging, sementara cuka membantu memecah protein yang bikin daging terasa alot. Kombinasi keduanya jadi solusi simpel untuk bikin daging empuk tanpa ribet.
4. Rendam daging dalam larutan.
foto: Instagram/@riniamanah15
Setelah larutan siap, masukkan potongan daging ke dalam baskom. Pastikan semua bagian daging terendam dengan baik. Diamkan selama kurang lebih 30 menit agar cairan bisa bekerja maksimal melunakkan serat daging.
5. Angkat dan olah daging.
foto: Instagram/@riniamanah15
Setelah 30 menit, angkat daging dari rendaman dan tiriskan sebentar. Daging kini sudah siap diolah dengan cara apa pun, entah direbus, ditumis, atau digoreng. Hasilnya, tekstur daging jadi lebih empuk saat dimasak dan nggak bikin gigi kerja ekstra saat mengunyah.
FAQ Tips masak daging.
Mengolah daging memang butuh trik khusus supaya hasil masakan tidak hanya lezat, tapi juga empuk dan matang sempurna. Banyak orang mencari cara paling praktis agar daging tidak alot dan bumbunya meresap dengan baik.
1. Apakah cara memotong daging berpengaruh pada teksturnya saat dimasak?
Ya, memotong daging melawan arah serat bisa membuat teksturnya lebih empuk saat dimasak. Kalau dipotong searah serat, daging cenderung lebih keras dan alot.
2. Lebih baik merebus daging dengan air dingin atau air mendidih?
Mulailah dengan air dingin jika ingin kaldu yang lebih gurih, karena sari daging akan keluar perlahan. Tapi kalau tujuan utamanya bikin daging empuk, langsung masukkan ke air mendidih agar serat cepat mengunci dan daging tidak kering.
3. Bagaimana cara agar bumbu meresap lebih dalam ke daging?
Tusuk-tusuk daging dengan garpu atau pisau kecil sebelum dimarinasi supaya bumbu bisa masuk ke seratnya. Selain itu, diamkan minimal 30 menit atau semalaman di kulkas agar rasanya lebih kuat.
4. Kenapa daging bisa jadi keras meski sudah lama dimasak?
Daging bisa jadi keras karena dimasak dengan api terlalu besar sehingga air cepat menguap dan serat mengeras. Solusinya, gunakan api kecil dan masak perlahan supaya daging tetap lembut.
5. Apakah penggunaan alat presto benar-benar membantu mengempukkan daging?
Ya, panci presto bisa mempercepat proses pelunakan daging karena tekanan tinggi membuat serat lebih cepat hancur. Ini sangat membantu untuk daging bagian keras seperti sengkel atau iga.