Brilio.net - Cabai biasa dipakai untuk meningkatkan cita rasa pedas sebuah masakan. Di antara banyaknya jenis cabai, cabai rawit termasuk salah satu yang paling sering diandalkan untuk meningkatkan rasa pedas pada masakan. Tak hanya itu, cabai rawit juga kerap dipakai sebagai bahan dasar pembuatan sambal agar rasanya semakin pedas.

Pada dasarnya, cabai termasuk bahan yang mudah sekali didapat di pasaran. Namun tidak sedikit yang kemudian memilih menanam cabai di rumah. Tanaman cabai memang tidak memerlukan area yang luas atau perawatan khusus untuk bisa tumbuh.

Namun walau tanamannya bisa tumbuh dengan daun yang lebat, nggak jarang tanaman tersebut justru tidak bisa menghasilkan banyak cabai. Tanaman cabai yang tidak subur dan lebat memang harus diberi pupuk agar bisa berbuah. Selain menggunakan pupuk kimia, sebagian orang juga mengandalkan bahan dapur sebagai pupuk alami.

Dalam hal ini, garam merupakan bahan dapur yang dipakai sebagai pupuk tanaman cabai. Bahan dapur satu ini dipercaya dapat merangsang pertumbuhan buah pada tanaman cabai. Oleh sebab itu, banyak orang menggunakan bahan satu ini dibandingkan dengan harus membeli pupuk kimia dengan harga tinggi.

Namun dalam realitasnya, tidak sedikit yang justru tidak mendapatkan hasil apapun setelah memberikan garam pada tanaman cabai. Alih-alih lebat, tanaman cabai terkadang jadi busuk dan mati. Hal ini pada dasarnya memang bisa terjadi ketika takaran garam yang dipakai tidak pas. Seorang petani sekaligus pengguna TikTok @tanduria.co pernah menjelaskan masalah tersebut.

"Penggunaan garam (dalam video) kemarin itu banyak yang protes tanamannya mati. Setelah ditelusuri ternyata pemakaiannya seenaknya. Jangankan garam, pupuk kimia kalau ngasihnya berlebihan juga bisa mematikan," terang TikTok @tanduria.co, dikutip BrilioFood pada Minggu (22/10).