Brilio.net - Jengkol termasuk bahan makanan yang kerap dipandang sebelah mata. Bukan tanpa sebab, hal ini lantaran jengkol memiliki bau tak sedap yang menyengat dan rasa yang cenderung pahit. Namun hal tersebut tidak menghalangi para penggemarnya untuk tetap mengonsumsi jengkol dengan lahap.

Pada dasarnya, jengkol memang bisa diolah jadi hidangan yang sangat nikmat, seperti semur, sambal, balado, atau jengkol kalio. Perpaduan jengkol dan bumbu rempah khas Nusantara memberikan kenikmatan tersendiri. Tak hanya bumbunya yang enak, tekstur jengkol yang empuk dianggap bikin nagih karena mirip dengan tekstur daging.

Namun mengolah jengkol agar empuk ini memang susah-susah gampang. Belum lagi bau tak sedapnya yang begitu menyengat juga sulit dihilangkan. Kedua hal ini kerap menjadi PR tersendiri saat hendak mengolah jengkol. Karena jika teksturnya masih keras dan baunya tak sedap, tentu menu olahan jengkol justru kurang lezat disantap.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebagian orang biasanya akan memiliki metode rebus. Jadi jengkol akan direbus dulu sebelum siap dimasak dengan berbagai macam bumbu. Perebusan ini juga dilakukan dengan sejumlah bahan tambahan, seperti kopi atau rempah-rempah yang dapat membuat bau tak sedapnya semakin hilang.

Tapi perlu diketahui bahwa merebus jengkol ini butuh waktu yang lama. Biasanya butuh sekitar 30 menit untuk membuat jengkol jadi empuk. Durasi ini bahkan bisa lebih lama jika porsi jengkol lebih banyak. Selain bikin waktu masak jadi lebih lama, perebusan ini juga bisa bikin boros gas.

Padahal jika tahu triknya, jengkol bisa diolah dengan cara lain yang lebih hemat gas. Seorang pengguna TikTok @dindaalamanda_ pernah membeberkan hal tersebut lebih lanjut. Melalui salah satu video yang diunggah, jebolan MasterChef musim ke-9 ini mengaku tidak merebus jengkol. Namun dia memilih metode memasak lain yang lebih cepat dan ampuh.