Brilio.net - Bagi sebagian orang Indonesia, menikmati beberapa jenis makanan tertentu akan semakin terasa nikmat jika ditambah dengan cocolan sambal. Tidak sedikit yang menganggap jika makan tanpa sambal, rasa makanan tersebut akan terasa hambar.

Biasanya jenis-jenis makanan ini dinikmati dengan tambahan beberapa varian bahan pemberi rasa pedas seperti saus sambal, bubuk cabai, sambal ulek atau dengan mengonsumsi cabai secara langsung.

Nah, ternyata varian sambal ini tak hanya terdapat di Indonesia saja. Negara-negara lain di kawasan Asia juga memiliki pelengkap rasa makanan ini yang tentunya disesuaikan dengan cita rasa khas negara masing-masing.

Mau tahu apa saja jenis saus pedas tersebut? Berikut 6 varian saus pedas dari Asia yang perlu diketahui para pecinta makanan pedas, seperti dilansir brilio.net dari resepkoki.id, Minggu (13/5).


1. Gochujang.

foto: thekitchn.com


Kamu yang ngaku sebagai pecinta Korea pasti sudah hafal betul dong, sama jenis saus pedas yang satu ini? Ya, gochujang merupakan saus pedas khas Korea yang berupa pasta cabai pedas.

Bahan utama gochujang terdiri dari bahan-bahan sederhana seperti bubuk cabai, bubuk beras ketan, pasta kedelai, gula dan garam yang kemudian difermentasi di dalam pot tanah liat berukuran besar. Warnanya merah terang dan bertekstur kental seperti pasta.

Meski begitu, rasa saus pedas ini cenderung manis. Hal ini dikarenakan proses fermentasi yang membuat rasa pedas dari cabai berkurang dan rasa beras ketan yang menjadi manis. Saus pedas ini merupakan salah satu bahan bumbu terpenting dalam masakan Korea, lho.


2. Sriracha.

foto: goodnessme.ca


Saus pedas yang kini sudah populer digunakan dalam dunia kuliner ini aslinya berasal dari negara Thailand. Sriracha sendiri biasanya terbuat dari cabai, gula, garam, bawang putih dan cuka.

Semua bahan tersebut kemudian dihaluskan sampai berbentuk saus. Saus ini memiliki tekstur yang hampir mirip seperti saus sambal Indonesia, namun lebih sedikit encer dengan warna merah terang.

Rasanya pedas, tajam dan menggigit, gurih serta sedikit manis. Saus ini paling sering digunakan sebagai campuran dalam aneka sup.


3. Nam phrik.

foto: alchetron.com


Masih berasal dari Negara Gajah Putih, saus pedas lainnya adalah nam phrik atau biasa disebut dengan chili water. Saus pokok khas Thailand ini dibuat dari campuran cabai, bawang merah, bawang putih dan jeruk nipis.

Sebagian orang juga ada yang menambahkan pasta udang dan saus ikan agar cita rasanya semakin gurih. Semua bahan tersebut lalu digiling atau ditumbuk kasar. Teksturnya berbutir kasar seperti sambal ulek khas Indonesia. Sedangkan rasanya pedas, gurih dan dapat memberikan sensasi panas di tenggorokan.


4. Achaar.

foto: archanaskitchen.com


Saus pedas selanjutnya berasal dari India. Achaar umumnya dibuat dari bahan campuran buah, sayur dan rempah-rempah seperti mangga, tomat, timun, bawang merah, kol, cabai dan kapur. Bahan-bahan itu kemudian dicincang sampai halus dan diasinkan dengan garam dan minyak nabati yang berfungsi sebagai pengawet alami.

Saus pedas ini memiliki tekstur yang sedikit kasar dengan rasa yang pedas dan sedikit tajam. Biasanya achaar dicampurkan ke dalam berbagai masakan India seperti samosa, kari dan lainnya.


5. Chili oil.

foto: theworksoflife.com


Saus pedas yang berasal dari China ini merupakan minyak sayur panas yang direndam dengan bahan-bahan pedas seperti cabai merah kering dan sichuan pepper. Kemudian didiamkan selama beberapa saat hingga rasa pedasnya sudah berpindah ke dalam minyak.

Tampilan chili oil berwarna merah bening dengan rasa pedas menggigit. Biasanya saus ini sering dicampurkan dalam aneka sajian mi, tumisan dan salad.


6. Sambal.

foto: resepcaramemasak.info


Saus pedas yang terakhir adalah sambal yang berasal dari Indonesia. Bahan pelengkap makanan favorit orang Indonesia ini terdiri dari berbagai jenis.

Namun jenis sambal yang paling populer adalah sambal ulek yang biasanya terbuat dari campuran cabai rawit mentah dan garam. Rasa yang dihasilkan sangat pedas dan sedikit asin.

Teksturnya cukup kasar karena proses pembuatannya yang diulek. Sambal ulek sendiri merupakan sambal dasar bagi pembuatan berbagai sambal lain seperti sambal terasi, sambal bajak, sambal ijo dan masih banyak lagi.