Brilio.net - Aktivitas yang tinggi seringkali membuatmu lupa untuk menjaga kesehatan. Tak hanya daya tahan tubuh yang harus dijaga, perhatikan juga kesehatan organ tubuh lain agar terhindar dari serangan penyakit. Termasuk juga dengan mata, organ vital yang membantu banyak aktivitas sehari-hari ini juga rentan terserang beragam gangguan kesehatan. Salah satu yang kerap dirasakan banyak orang adalah kondisi mata merah.

Mungkin sekilas mata merah tampak tak begitu serius, sebab untuk beberapa kasus kondisi ini dapat membaik dengan cepat. Namun kamu perlu memahami apa penyebab mata menjadi merah. Pasalnya, jika diakibatkan oleh hal yang serius dapat mengakibatkan kerusakan yang berbahaya. Mata merah terjadi ketika pembuluh darah di mata Anda menjadi bengkak atau teriritasi. Saat kondisi mata merah diikuti dengan rasa sakit atau perubahan penglihatan, maka perlu kamu waspadai.

Tak hanya diakibatkan oleh debu, ada beberapa penyebab di balik mata yang iritasi dan tampak merah. Kenali apa saja penyebab, gejala, dan cara mengatasinya dalam ulasan brilio.net dari berbagai sumber pada Jumat (16/7) berikut ini.

1. Debu.

foto: pexels.com

Polusi udara yang bertebaran setiap harinya menjadi salah satu penyebab mata menjadi merah. Apalagi udara yang mengandung gas berbahaya seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida bisa menjadi penyebab mata merah. Gatal, iritasi, ketidaknyamanan kronis, dan gejala sindrom mata kering menjadi beberapa kondisi yang timbul dari asap dan partikel beracun yang mengenai permukaan luar mata. Maka dari itu lindungi mata dari paparan polusi berlebih.

2. Sinar matahari.

Paparan sinar matahari tak terlepas dari kegiatan sehari-hari. Namun jika berlebihan maka dapat membuat mata menjadi merah karena paparan sinar UV (ultraviolet) yang berlebihan. Mata merah, nyeri, berpasir, sakit kepala, mata berair, bengkak, dan penglihatan kabur menjadi beberapa gejala yang timbul. Biasanya kondisi ini juga disebut sebagai fotokeratitis.

3. Masuknya benda asing.

Pernahkah kamu merasa terganggu akibat benda asing yang masuk ke mata secara tiba-tiba? Biasanya hal ini kerap dirasakan para pengendara roda dua. Baik pasir, bulu hewan, ataupun serangga. Masuknya benda asing yang masuk ke konjungtiva mata dapat mengakibatkan iritasi dan kondisi mata merah.

4. Alergi.

Alergi juga dapat memberikan dampak pada kondisi mata. Mata merah yang terkait dengan rasa terbakar dan gatal sering kali disebabkan oleh alergi. Pemicu alergi bisa termasuk serbuk sari, bulu hewan peliharaan, debu, dan jamur.

5. Merokok.

foto: pexels.com

Merokok nggak hanya membahayakan penggunanya, namun juga bagi orang di sekitarnya. Merokok bisa melepaskan beberapa bahan kimia berbahaya. Bahan kimia ini mengiritasi selaput sensitif mata, menyebabkan peradangan dan mata merah.

6. Cedera.

Hati-hati dalam menggosok area mata. Pasalnya hal ini bisa menyebabkan cedera pada mata. Bisa jadi kamu tanpa sengaja membuat mata menjadi merah dan berujung iritasi.

7. Kerusakan pada pembuluh darah.

Cedera pada mata juga bisa mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah di bawah permukaan mata. Darah terperangkap dan membuat bagian putih mata menjadi merah. Hal ini dapat disebabkan oleh bersin yang kuat, angkat berat, muntah keras, atau menggosok mata terlalu keras.

8. Kurang tidur.

Atur waktu istirahatmu agar tak melulu begadang. Selain menyebabkan tubuh mudah lelah, kurang jam tidur juga menghasilkan mata merah. Saat seseorang kurang tidur cenderung meningkatkan retensi darah dan cairan di sekitar mata, membuatnya tampak bengkak dan merah. Kurang tidur juga bisa menyebabkan mata kering.

9. Penggunaan lensa kontak.

foto: pexels.com

Lensa kontak tak hanya mengganti fungsi kacamata, namun kini sudah semakin berkembang menjadi tren bagi sebagian kalangan. Akan tetapi, perhatikan kebersihan dan durasi penggunaan lensa kontak. Pemakaian lebih dari 8 jam bisa menyebabkan mata kering dan merah. Penggunaan lensa kontak yang salah atau terbalik juga bisa menyebabkan kemerahan dan iritasi pada mata.

10. Bintitan.

Apakah kamu pernah mengalami bintitan? Bintitan atau hordeolum merupakan peradangan pada kelopak mata yang membentuk nanah kecil. Dalam kebanyakan kasus, infeksi disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Bintitan bisa menimbulkan gejala benjolan di kelopak mata, mata merah, dan bengkak.

11. Konjungtivitis.

Mata merah juga bisa berkembang dan menimbulkan bengkak pada area mata. Waspadai kondisi ini, bisa jadi kamu mengalami konjungtivitis. Konjungtivitis adalah infeksi yang meliputi pembengkakan dan iritasi pada selaput transparan tipis yang melapisi kelopak mata. Infeksi konjungtiva mengiritasi pembuluh darah menyebabkan pembengkakan dan kemerahan.

12. Keratitis.

Berbeda lagi dengan keratitis. Keratitis merupakan peradangan kornea mata. Keratitis menyebabkan kornea menjadi meradang. Ini bisa sangat menyakitkan, menyebabkan masalah pada penglihatan, dan membuat mata lebih peka terhadap cahaya.

13. Selulitis orbital

Ketika mengalami kondisi mata merah, terasa tidak nyaman, hingga nyeri, bisa jadi kamu mengalami selulitis orbital. Gangguan kesehatan tersebut merupakan infeksi jaringan lunak dan lemak yang menahan mata di soketnya. Bakteri Streptococcus dan Staphylococcus aureus adalah jenis bakteri paling umum yang menjadi penyebabnya. Namun, strain bakteri dan jamur lain juga bisa menjadi penyebab kondisi ini.

14. Computer Vision Syndrome

Bagi para pengguna aktif komputer atau gadget sejenisnya waspadai kondisi yang satu ini. Menatap layar gadget terlalu lama dapat menimbulkan kemerahan pada mata. Selain itu, dampak yang bisa dirasakan adalah mampu membuat penglihatan kabur, mata kering, dan ketegangan mata. Berikan waktu istirahat pada mata agar tidak selalu menatap layar komputer.

15. Blepharitis

foto: pexels.com

Blepharitis adalah kondisi yang menyebabkan peradangan pada kelopak mata dan bulu mata. Blepharitis disebabkan oleh kebersihan kelopak mata yang buruk. Gejala blepharitis meliputi sensasi berpasir atau terbakar di mata, robekan berlebihan, gatal, mata merah dan bengkak, mata kering, atau pengerasan pada kelopak mata.

16. Episkleritis

Episkleritis dalah peradangan pada lapisan jaringan tipis jernih yang terletak di antara konjungtiva dan sklera. Episkleritis menyebabkan nyeri mata ringan dan iritasi bersamaan dengan kemerahan mata.

17. Skleritis

Skleritis adalah kelainan di mana sklera menjadi sangat meradang dan merah. Ini bisa sangat menyakitkan. Skleritis diyakini sebagai akibat dari sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan. Sklera adalah lapisan luar pelindung mata, yang juga merupakan bagian putih mata.

18. Glaukoma

Penyebab sakit mata merah yang cukup serius adalah glaukoma. Glaukoma sudut tertutup akut terjadi ketika tekanan cairan di dalam mata naik dengan cepat. Jenis glaukoma yang serius ini biasanya menyebabkan mata memerah secara tiba-tiba, sakit mata yang parah, dan penglihatan.

19. Ulkus kornea

Ulkus kornea adalah luka terbuka pada kornea yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Mereka sering muncul setelah cedera mata, trauma, atau jenis kerusakan lainnya. Gejala kondisi ini dapat termasuk mata merah, rasa sakit mata, sensitivitas terhadap cahaya, penglihatan berkurang, dan bercak putih pada kornea.

20. Abrasi kornea

foto: pexels.com

Abrasi kornea adalah goresan dangkal pada kornea. Kornea dapat tergores jika terkena debu, kotoran, pasir, serutan kayu, partikel logam, lensa kontak, atau bahkan tepi selembar kertas. Jika tidak diobati, penyakit ini bisa terinfeksi dan menyebabkan ulkus kornea.

21. Uveitis

Uveitis merupakan peradangan pada uvea mata. Kondisi ini dapat menyebabkan kemerahan, nyeri, penglihatan kabur, floaters, dan sensitivitas cahaya.

Cara mengatasi mata kemerahan.

foto: pexels.com

Untuk beberapa kondisi, mata kemerahan dapat membaik dengan sendirinya. Apabila terjadi seperti konjungtivitis kamu juga bisa mengatasi di rumah dengan cara melakukan kompres hangat pada mata untuk membantu mengurangi gejala kondisi tersebut. Cara sederhana lain untuk menanggulanginya adalah dengan rajin mencuci tangan, teliti dalam memakai riasan atau lensa kontak, dan menghindari menyentuh mata.

Jika mata merah disertai dengan rasa sakit atau perubahan penglihatan, maka sebaiknya temui dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pemberian antibiotik atau tetes mata biasanya menjadi solusi yang diresepkan oleh dokter. Namun pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan pemakaian tambalan untuk membatasi paparan cahaya dan membantu mata agar segera sembuh.