Brilio.net - Talenan merupakan salah satu perabot yang wajib ada di dapur. Alat satu ini memiliki fungsi penting untuk memotong berbagai macam bahan makanan yang hendak dimasak, mulai dari daging, sayuran, hingga bumbu dapur. Tapi nggak cuma itu, talenan juga kerap digunakan untuk buah atau beragam makanan yang siap dikonsumsi, lho.

Di pasaran, ada banyak talenan yang dijual dengan bentuk dan bahan yang variatif. Namun di antara banyak jenis tersebut, talenan berbahan kayu paling sering digunakan karena dinilai lebih kokoh. Selain itu, talenan kayu juga cenderung lebih stabil jika dipakai untuk memotong bahan makanan yang tebal, seperti daging sapi.

Namun di balik kelebihannya tersebut, talenan kayu ini juga memiliki kekurangan tersendiri, lho. Dibandingkan talenan lain, seperti plastik, talenan berbahan kayu cenderung lebih sulit dibersihkan. Apalagi bahan kayu cenderung memiliki pori-pori yang bisa membuat residu makanan masuk ke dalamnya. Nah, jika sudah masuk ke dalam pori-pori kayu ini, talenan akan semakin sulit dibersihkan dan jadi nggak higienis.

Padahal semakin lama dibiarkan, noda residu ini bisa berubah jadi kehitaman karena jamur. Noda jamur kerap tumbuh jika talenan disimpan dalam kondisi atau area yang lembap. Jika sudah hitam dan penuh jamur, talenan kayu jadi nggak layak digunakan kembali karena berpotensi mengontaminasi makanan yang dipotong di atasnya.

Karena dianggap tidak layak pakai, banyak orang kemudian membuang talenan kayu begitu saja. Padahal tahu nggak? Talenan yang sudah hitam dan berjamur sekalipun bisa dibersihkan hingga kinclong, lho. Namun cairan pembersihnya bukan dari sabun, apalagi pemutih pakaian. Ada bahan alami yang lebih ampuh dalam membersihkan talenan kayu yang hitam dan berjamur tadi.