Stop cuci ayam dengan air jika ingin bebas kontaminasi, coba cara ini agar lebih higienis
Diperbarui 27 Agt 2025, 15:58 WIB
Diterbitkan 29 Agt 2025, 11:00 WIB

Brilio.net - Banyak orang masih punya kebiasaan mencuci ayam mentah sebelum dimasak. Alasannya sederhana, supaya kotoran yang menempel bisa hilang dan ayam terlihat lebih bersih. Padahal, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan masalah yang lebih besar.
Saat ayam dicuci di bawah air mengalir, bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter bisa menyebar ke area sekitar wastafel, peralatan dapur, hingga permukaan meja. Percikan air yang tak terlihat mata bisa menjadi jalan penyebaran kuman, sehingga risiko kontaminasi silang semakin tinggi. Akibatnya, bukan hanya ayam yang jadi berisiko, tapi juga bahan makanan lain yang ada di dekatnya.
Alih-alih dicuci, ayam mentah sebaiknya langsung diolah dengan cara yang benar. Ada satu teknik memasak yang bisa digunakan untuk membersihkan kotoran pada ayam, yakni blansir. Ingin tahu seperti apa tekniknya? Simak tutorialnya yang telah BrilioFood rangkum dari Instagram @asi.siswandari pada Kamis (28/8).
Cara bersihkan ayam dengan teknik blansir.
1. Panaskan air hingga mendidih.
foto: Instagram/@asi.siswandari
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan panci berisi air secukupnya. Panaskan air di atas kompor hingga benar-benar mendidih dengan gelembung besar muncul di permukaan. Air yang mendidih sempurna akan membantu proses pembersihan ayam jadi lebih efektif.
2. Masukkan potongan ayam ke dalam air.
foto: Instagram/@asi.siswandari
Setelah air mendidih, langsung masukkan potongan ayam yang sudah disiapkan. Pastikan ukuran potongan tidak terlalu besar agar proses blansir bisa berjalan merata. Saat masuk ke air mendidih, lemak dan kotoran pada ayam mulai terangkat dengan sendirinya.
3. Rebus singkat selama 30–40 detik.
foto: Instagram/@asi.siswandari
Tidak perlu lama-lama, ayam cukup direbus selama 30–40 detik saja. Durasi ini bisa disesuaikan dengan ukuran potongan ayam, semakin besar potongannya bisa sedikit lebih lama. Intinya, tujuan dari blansir bukan untuk memasak, melainkan hanya membersihkan bagian luarnya saja.
4. Hentikan proses dengan air dingin.
Begitu ayam diangkat dari air mendidih, langsung bilas dengan air dingin yang mengalir. Teknik ini menghentikan proses pemasakan secara cepat sehingga tekstur ayam tidak berubah. Selain itu, bilasan dengan air dingin juga ikut mengangkat sisa kotoran atau busa yang masih menempel.
5. Hilangkan bau tak sedap tanpa kontaminasi.
Dengan metode blansir ini, bau amis atau bau tidak sedap pada ayam bisa hilang lebih mudah. Kelebihannya, proses ini tidak menimbulkan risiko kontaminasi silang seperti saat mencuci ayam di wastafel. Hasilnya, ayam jadi lebih bersih, aman, dan siap diolah sesuai resep favorit.
FAQ Seputar teknik blansir pada protein hewani.
Blansir bukan cuma bisa dipakai untuk sayuran, tapi juga protein hewani seperti ayam, daging, atau seafood. Teknik sederhana ini ternyata punya banyak manfaat, mulai dari mengurangi bau hingga mengangkat kotoran yang menempel.
1. Apakah semua jenis protein hewani bisa diblansir?
Ya, hampir semua protein hewani bisa diblansir seperti ayam, daging sapi, ikan, dan seafood. Hanya saja, waktu perebusannya perlu disesuaikan dengan tekstur masing-masing protein agar tidak mulai matang sebelum waktunya.
2. Apa bedanya blansir dengan merebus biasa?
Blansir hanya membutuhkan waktu sangat singkat, sekitar 30–60 detik, sehingga tidak membuat makanan matang. Sedangkan merebus dilakukan lebih lama sampai protein benar-benar empuk dan siap dimakan.
3. Apakah blansir bisa mengurangi bakteri berbahaya pada daging?
Blansir bisa membantu mengurangi sebagian bakteri di permukaan daging, tapi tidak sepenuhnya membunuh bakteri berbahaya. Karena itu, daging atau protein hewani tetap harus dimasak sampai matang sempurna sebelum dikonsumsi.
4. Mengapa blansir bisa menghilangkan bau amis atau tidak sedap?
Ketika protein hewani masuk ke air mendidih, senyawa penyebab bau akan ikut terlarut dan terangkat bersama busa di permukaan air. Inilah yang membuat aroma daging, ayam, atau ikan jadi lebih segar setelah diblansir.
5. Apakah nutrisi pada daging bisa hilang karena diblansir?
Blansir yang dilakukan singkat tidak akan banyak mengurangi nutrisi, karena prosesnya hanya sebentar. Justru teknik ini lebih aman dibanding mencuci daging mentah dengan air keran yang bisa menyebarkan bakteri ke sekitar dapur.
(brl/lea)
RECOMMENDED ARTICLES
- Minyak goreng keruh karena makanan bisa jadi jernih lagi seperti baru, begini cara mengatasinya
- Solusi praktis bersihkan insang ikan tanpa ribet, tak perlu dibelah, hasil tetap bersih dan segar
- Ikan asin terlalu asin bikin pusing? Ini cara kurangin rasa asin tanpa air garam, modal kertas minyak
- Cara gampang mengupas udang: Cuma butuh 2 alat, nggak perlu repot lagi
- Ceker ayam berbau amis? ini trik membersihkannya sampai tuntas
- Trik jitu rebus ceker cepat empuk dan bersih tanpa presto, gampang dipraktikkan
FOODPEDIA
Video
Selengkapnya-
Jalan Makan Shiki, resto sukiyaki bergaya kansai daging disajikan dengan permen kapas
-
Jalan Makan Kari Lam, jualan sejak 1973 membawa rasa nostalgia
-
Jalan Makan Sroto Eling-Eling, gurihnya kuah dan melimpahnya daging kuliner Banyumas