Lipat bagian atasnya hingga rapat, lalu rekatkan dengan karet. Pastikan ragi tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk. Setelah itu, masukkan ke toples kedap udara.

foto: TikTok/@donatdaifood

Jika penggunaannya sering, ragi cukup disimpan atau diletakkan dalam suhu ruang. Namun jika jarang digunakan, sebaiknya simpan ragi di lemari es. Hal ini untuk menjaga ragi tetap aktif dan berfungsi sebagai pengembang.

foto: TikTok/@donatdaifood

Lebih lanjut, pengguna akun TikTok/@donatdaifood tersebut menjelaskan bahwa ragi yang disimpan di kulkas bisa tahan hingga berbulan-bulan. Karena cara penyimpanan tersebut bisa membuat mikroorganisme ragi tetap terjaga dengan baik. Namun perlu diingat saat hendak digunakan, ragi yang disimpan di kulkas perlu didiamkan dalam suhu ruang terlebih dahulu.

"Jadi dia awet, hidup beberapa bulan, ya," pungkasnya.

foto: TikTok/@donatdaifood

Video yang diunggah oleh TikTok/@donatdaifood rupanya telah ditonton lebih dari 20 ribu kali. Tak ayal mengundang perhatian warganet.

"makasih ya bund.. seneng banget gak pelit ilmu sehat selalu lancar rejekinya ya," ungkap TikTok/@ikaaaaaaasafitri.

"makasii kak ilmu nya," sahut akun TikTok/@kinong93_.

"terimakasih infonya ," ujar TikTok/@terimakasih infonya .

Di sisi lain, ada juga warganet yang memberi saran jika hendak menyimpan ragi dalam jumlah lebih banyak, caranya pun tidak jauh berbeda. Cukup masukkan ragi ke plastik bening, lalu letakkan di toples, dan simpan di kulkas.

 

"kalau saya,1kg saya taruh kulkas tahan sampai 1tahun.itu dia bisa ditaruh plastik bening terus taruh di toples, taruh di kulkas," papar akun TikTok/@latitta3.