Brilio.net - Ada berbagai macam sedotan yang kini bisa dipakai berulang-ulang. Salah satunya adalah sedotan stainless. Sedotan berbahan stainless steel ini biasanya dikenal lebih kokoh dibanding sedotan plastik atau bambu sekalipun. Hal ini lantas membuat sedotan stainless tahan lama walau sudah digunakan berkali-kali.

Namun seperti halnya alat makan lain yang berbahan stainless steel, sedotan ini juga bisa jadi sarang bakteri, lho. Terlebih jika sedotan telah digunakan berkali-kali. Bekas air atau kotoran akan sangat mudah menempel pada sedotan.

Jika terus menerus terkena air, akan sangat mungkin kotoran tersebut berubah jadi lumut dan semakin sulit dibersihkan. Barangkali jika lumut berada di bagian luar sedotan, akan lebih mudah dibasmi dengan cara disikat. Namun bagaimana jika lumutnya berada di bagian dalam sedotan?

Bagian dalam sedotan ini cukup sempit dan bisa membuat lumut tersangkut atau menempel lebih kuat. Jika dibersihkan dengan sikat khusus pun, terkadang masih ada sisa lumut yang menempel. Oleh karena itu, perlu cara khusus untuk membersihkan bagian dalam sedotan yang berlumut.

Nah jika bingung, kamu bisa simak cara yang dibagikan pengguna TikTok @livecomposed. Dalam video tersebut, dia menambahkan lumut yang tertinggal pada bagian dalam sedotan stainless miliknya. Menurutnya, lumut ini berasal dari proses pencucian sedotan yang kurang tepat.

foto: TikTok/@livecomposed

"If you use reusable straws and only wash them in the dishwasher (jika kamu menggunakan sedotan yang bisa dipakai ulang dan hanya mencucinya di mesin pencuci piring)," ujar TikTok @livecomposed, dikutip BrilioFood pada Jumat (13/1).