INFOGRAFIS KEBIASAAN MAKAN SAAT PUASA
© 2022 brilio.net/Jayadi Priyanto

1. Melewatkan sahur.

foto: pexels.com

Sahur merupakan hal penting yang dapat membuat puasa tetap lancar. Sahur menjadi waktu di mana tubuh mengisi energi untuk beraktivitas seharian. Dilansir dari mulsmimaid.org, asupan nutrisi yang lengkap saat sahur bisa membuat tubuh lebih fit sekaligus mencegah makan berlebihan saat waktu berbuka. Jika melewatkan sahur, sangat mungkin ada dorongan untuk makan berlebih pada saat buka puasa. Hal ini tentu justru akan berdampak pada penambahan berat badan.

2. Terlalu banyak makan karbohidrat.

foto: pexels.com

Karbohidrat memicu hormon insulin pada tubuh karena peningkatan gula darah yang dihasilkan oleh karbohidrat tersebut. Dilansir dari medicalnewstoday.com, saat seseorang mulai mengonsumsi karbohidrat, sistem pencernaan akan memecah sebagian karbohidrat tersebut menjadi glukosa.

Jika tubuh mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat pada saat buka puasa, gula darah akan naik secara signifikan. Hal ini membuat hormon insulin bereaksi menurunkan gula darah tersebut. Saat gula darah mulai menurun, tubuh cenderung merasa mudah lapar. Dampaknya, muncullah keinginan untuk makan lagi di malam hari. Berat badan kemudian akan naik jika makan terlalu sering pada malam hari.

3. Porsi makan berlebihan.

foto: freepik.com

Keinginan untuk makan banyak saat berbuka puasa memang seringkali dialami. Alhasil, semua makanan yang ada di depan mata bisa dilahap dalam jumlah besar saat buka puasa. Makan dengan jumlah besar tentu bisa menyebabkan kelebihan lemak tubuh, terutama jika makanan yang dikonsumsi cenderung berlemak dan tinggi gula.

Padahal puasa bukan alasan untuk makan terlalu banyak atau over kompensasi saat berbuka. Dilansir dari heart.cornell.edu, tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa dia sudah cukup kenyang. Jadi saat berbuka, ambillah porsi kecil dahulu. Setelah beberapa menit, baru konsumsi makanan berat.

4. Makan gorengan.

foto: freepik.com

Siapa nih yang suka makan gorengan saat buka puasa? Jajanan ini memang sering dipilih jadi takjil karena harganya yang ekonomis dan rasanya yang enak. Sayangnya, gorengan juga mengandung lemak tinggi. Belum lagi tepung yang terkandung di dalamnya juga bisa berpotensi pada peningkatan kadar gula.

Dilansir dari healthline.com, makanan berminyak seperti gorengan dapat menyebabkan penambahan berat badan karena jumlah kalori yang tinggi. Selain itu, gorengan juga memberikan efek negatif pada kesehatan jantung. Untuk memenuhi asupan lemak, pilih makanan yang mengandung lemak baik, seperti alpukat, minyak kelapa, minyak zaitun, atau lemak dalam protein dari daging ayam atau ikan.