Brilio.net - Brokoli merupakan salah satu sayuran bergizi tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang menggugah selera. Dilansir dari eatthis.com, brokoli mengandung vitamin, mineral, serat, hingga antioksidan yang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila brokoli tidak masuk dalam menu harianmu

Brokoli memiliki cita rasa yang enak dan bertekstur renyah. Tak hanya bisa diolah dengan cara direbus, brokoli juga bisa dicampurkan dengan bahan masakan lain sebagai isian sup, telur dadar, hingga pasta. Makanya brokoli cocok banget jadi stok bahan masakan di rumah. Namun, tahukah kamu, kalau brokoli nggak boleh disimpan sembarangan?

Pasalnya, brokoli sama seperti sayuran lain yang mudah layu sehingga kurang nikmat lagi saat disantap jika disimpan sembarangan. Tak hanya layu, warna brokoli yang tadinya hijau segar pun berubah menjadi kekuningan, sehingga membuat tampilannya tidak menarik lagi. Jika sudah seperti itu, kebanyakan orang akan membuang brokoli begitu saja.

Sangat disayangkan dong kalau brokoli harus dibuang begitu saja. Untuk meminimalisir hal itu terjadi, sebagian orang memilih untuk merendam brokoli di dalam air garam. Cara ini juga bisa dipraktikkan, namun kamu harus rajin mengganti air tersebut setiap harinya. Apabila terlewat mengganti airnya, alhasil brokoli pun akan tetap layu dan menguning meski disimpan dalam kulkas.

Usut punya usut, terdapat cara yang jauh lebih praktis menyimpan brokoli yang ditunjukkan oleh Novaliandini HARVA. Di salah satu video YouTubenya, ia menjelaskan dua cara menyimpan brokoli yang benar. Dengan cara ini, ia menjamin brokoli yang disimpan tetap segar, warnanya hijau, dan tahan hingga 5 hari lamanya.

"Brokoli akan bertahan hingga 3-5 hari lamanya," ujarnya.