Lebih lanjut, Zack mengaku bahwa diet dengan mengurangi karbohidrat (diet keto) ini sangat cocok dengan tubuhnya. Selain itu, menu makannya juga merupakan menu-menu yang dia suka. Sehingga tak heran jika kemudian Zack berhasil memangkas berat badannya hingga puluhan kilogram.

"Saya merasa lebih baik ketika makan makanan rendah karbohidrat atau diet keto, dan saya suka makanan yang cocok dengan gaya makanan ini, sehingga ini jadi saya bisa berhasil (menurunkan berat badan)," terang Zack lebih lanjut.

Walaupun begitu, cara diet yang dilakukan Zack ini rupanya telah menimbulkan perdebatan warganet. Tidak sedikit yang kemudian menganggap diet tersebut justru kurang baik jika diterapkan untuk semua orang. Hal ini terbukti dari salah satu warganet yang berkomentar di akun Twitternya.

"Kolesterol tinggi dapat menyebabkan nyeri dada, serangan jantung, dan stroke. Kolesterol harus dimoderasi untuk mendukung pola makan yang sehat," kata salah satu warganet.

Zack pun merespon hal tersebut dengan menjelaskan bahwa diet tinggi lemak yang dijalani memang tidak baik bagi mereka yang masih makan karbohidrat dalam jumlah banyak. Berbeda halnya dengan Zack yang sudah mulai memangkas asupan karbohidrat, sehingga dia pun bisa mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah yang cukup banyak.

Di sisi lain, Zack juga sangat rutin berolahraga angkat beban. Olahraga tersebut juga disesuaikan dengan tinggi dan berat badannya yang tentunya berbeda (lebih besar) dari kebanyakan orang. Sehingga secara natural, dia masih bisa makan dengan porsi yang lebih banyak.

"Saya biasanya menjaga konsumsi karbohidrat cukup rendah, hal ini memungkinkan saya makan lebih banyak lemak. Bukan ide yang baik bagi seseorang untuk makan makanan yang sama dengan saya jika mereka mengonsumsi banyak karbohidrat. Juga perlu dicatat, saya sangat aktif (angkat beban)," jelas Zack.